Renovasi Pasar Ternate Mandek Sejak 2019, DPRD Bongkar Penyebabnya: TGR Jadi Penghambat Anggaran Pusat
Ternate – Komisi II DPRD Kota Ternate bakal menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Ternate pada Rabu, 25 Februari 2026.
RDP tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti hasil kunjungan Disperindag ke Kementerian Perdagangan Republik Indonesia terkait peluang pendanaan rehabilitasi bangunan pasar di Kota Ternate.
Ketua Komisi II DPRD Kota Ternate, Farijal S. Teng, mengatakan rapat ini penting guna mengetahui secara jelas kendala pemerintah pusat yang belum lagi mengalokasikan anggaran renovasi pasar.
Baca Juga: Presiden Prabowo Dijadwalkan Resmikan RSUD Maba Halmahera Timur Maret 2026
“Karena sejak 2019 sudah tidak ada perhatian dari pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Perdagangan, untuk renovasi bangunan pasar di Kota Ternate,” ujar Farijal kepada media, Rabu (25/02/2026).
Ia menjelaskan, dalam kunjungan Disperindag ke kementerian ditemukan sejumlah persoalan utama, terutama terkait tuntutan ganti rugi (TGR) yang menjadi alasan belum dikucurkannya anggaran renovasi.
Menurutnya, persoalan tersebut merupakan temuan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun 2019 atas pekerjaan pembangunan pasar tahun anggaran 2018 yang hingga kini belum diselesaikan.
“Pembangunan yang menjadi temuan audit itu meliputi Pasar Dufa-Dufa dan Pasar Rempah. Seharusnya ada ganti rugi oleh pihak ketiga, namun sampai sekarang belum direalisasikan,” jelasnya.
Kondisi tersebut, lanjut Farijal, membuat Kementerian Perdagangan belum memberikan perhatian lebih lanjut terhadap program renovasi pasar di Kota Ternate.
Selain persoalan TGR, kementerian juga menyoroti pemanfaatan pasar pasca pembangunan. Evaluasi dilakukan untuk memastikan fasilitas yang telah dibangun digunakan secara optimal, karena pemanfaatan yang tidak maksimal dapat memengaruhi alokasi anggaran lanjutan.
“Hal lain yang juga menjadi perhatian adalah data profil pasar. Kementerian meminta Disperindag menginput data tersebut sebagai dasar penilaian sebelum anggaran diberikan,” tambahnya.
Ia menambahkan, agenda pertemuan sebelumnya sempat tertunda karena sejumlah kendala teknis, sehingga pembahasan lanjutan dijadwalkan kembali pada Rabu mendatang.
Reporter: Randi I.
Editor: AbangKhaM
