Puing Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Gunung Bulusaraung: Tim SAR Temukan Badan & Ekor di Medan Ekstrem
Tim Search and Rescue (SAR) gabungan berhasil menemukan badan dan ekor pesawat ATR 42-500 yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak di wilayah Sulawesi Selatan. Puing utama pesawat ditemukan di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, pada Minggu (18/1), setelah upaya pencarian intensif sejak laporan hilang kontak diterima.
Penemuan ini menjadi titik terang dalam operasi besar yang melibatkan Basarnas, TNI, Polri, dan sejumlah relawan. Tim SAR menyebutkan bahwa lokasi temuan berada di kawasan dengan medan yang sangat terjal serta tertutup hutan lebat, sehingga proses evakuasi perlu dilakukan secara hati-hati dan melalui perencanaan khusus.
Berdasarkan laporan lapangan, badan dan ekor pesawat ditemukan di area Taman Nasional Bantimurung–Bulusaraung, tepatnya di lereng Gunung Bulusaraung. Akses menuju lokasi sangat terbatas karena berada di jalur pendakian dengan tebing curam dan jurang di beberapa titik.
Baca Juga: Peringatan Isra Mi’raj Berlangsung Khidmat, Jamaah Padati Masjid Nurul Huda Saluta
Tim SAR gabungan masih terus menyisir area di sekitar lokasi temuan untuk memastikan tidak ada bagian pesawat maupun korban yang terlewat. Proses pencarian dilakukan dengan sistematis mengingat kondisi alam yang menantang.
Selain menemukan puing pesawat, tim SAR juga fokus mencari seluruh kru dan penumpang. Proses evakuasi dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan tim, karena kondisi cuaca yang cepat berubah dan medan yang ekstrem.
Hingga berita ini diturunkan, operasi SAR masih berlangsung dengan prioritas utama pencarian korban dan pengangkatan puing pesawat.
Baca Juga: ATR/BPN Mulai Susun RUU Administrasi Pertanahan: Siap Atasi Carut-Marut Sengketa Tanah
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah mulai melakukan investigasi penyebab kecelakaan. Tim KNKT akan mengumpulkan data dari lokasi kejadian, termasuk komponen penting pesawat, untuk mengungkap kronologi serta faktor penyebab insiden.
Pihak berwenang menegaskan bahwa dugaan penyebab kecelakaan belum dapat disimpulkan sebelum investigasi resmi selesai.
Pesawat ATR 42-500 tersebut membawa total 11 orang yang terdiri dari kru dan penumpang. Pesawat dinyatakan hilang kontak saat melintas di wilayah Sulawesi Selatan sebelum akhirnya ditemukan puing-puingnya di kawasan Gunung Bulusaraung.
Penulis: Tim Malut Center
Editor: AbangKhaM
