Advetorial

BRIN–IAIN Ternate Lakukan Ekspedisi Budaya di Halmahera, Kumpulkan Manuskrip hingga Obat Tradisional

Ternate – Tim Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama tim akademisi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate tengah melaksanakan kolaborasi riset pendataan dan pengumpulan manuskrip serta tradisi lisan di tiga wilayah Maluku Utara, yakni Kabupaten Halmahera Utara, Halmahera Tengah, dan Halmahera Barat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari skema Riset Inovasi Indonesia Maju (RIIM) Gelombang VIII Tahun 2025–2026, yang berfokus pada pendataan dua objek pemajuan kebudayaan, yaitu manuskrip dan tradisi lisan sebagai basis pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, serta pembinaan kebudayaan.

Ketua Tim Riset, Dr. Sastri Sunarti, M.Hum. (BRIN), menjelaskan bahwa manuskrip dan tradisi lisan memuat pengetahuan lokal yang membentuk identitas budaya masyarakat. Namun, modernisasi, urbanisasi, dan globalisasi menjadi ancaman serius terhadap keberlangsungan warisan budaya tersebut.

Tim Ekspedisi Di Halmahera Utara (Foto: Istimewa)

“Penelitian ini bertujuan mendata keragaman manuskrip dan tradisi lisan di Maluku Utara yang berpotensi menjadi dasar pemajuan kebudayaan sekaligus inovasi sosial untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Sastri.

Riset ini direncanakan berlangsung selama tiga tahun (2025–2027) dengan melibatkan akademisi, peneliti, dan pemerintah daerah. Tahun pertama difokuskan pada pengumpulan data lapangan di tiga kabupaten, dengan durasi kerja lapangan sekitar 20 hari.

Tim periset terdiri dari Dr. Sastri Sunarti, M.Hum. (BRIN), Ninawati Syahrul, M.Pd. (BRIN), Dr. Dra. Adiyana Adam, M.Pd. (IAIN Ternate), Dr. Muhammad Zein, M.Pd. (IAIN Ternate), Dr. Muhlis Malaka, S.Pd., M.Sc. (IAIN Ternate), Dr. Musa Marengke, S.Ag., M.Pd. (IAIN Ternate), Dr. Abdul Haris Abbas, M.H.I. (IAIN Ternate), Dr. Agus Iswanto, S.S., M.Hum. (BRIN), serta Harits Fadly, Lc., M.A. (BRIN).

Khusus di Kabupaten Halmahera Utara, tim periset perempuan berhasil mendokumentasikan sejumlah tradisi lisan masyarakat Tobelo, Galela, Kao, dan Limau. Beberapa di antaranya meliputi Tide-Tide, Denge, Salumbe, Dodoro, Kabata, Lelehe, ritual Laor (Falo Pariama), serta sejarah lisan masyarakat Pulau Kakara.

Tim Peneliti BRIN di Perpustakaan Maluku Utara (Foto: Istimewa)

Di Desa Wangongira, wilayah budaya Kao, tim juga mendata pengetahuan pengobatan tradisional, seperti penggunaan kayu jati hutan untuk luka dalam, rumput-rumputan untuk bisul, kunyit dan daun jarak untuk menghentikan pendarahan, hingga kulit batang jambu air merah untuk obat batuk. Seorang tetua perempuan setempat, Mama Bajar (98 tahun), turut membagikan ramuan tradisional bagi perempuan pascamelahirkan yang disertai doa atau mantra.

Selain itu, masyarakat Kao diketahui memiliki ekspresi budaya berupa ritual Humaliho (pembukaan ladang), Gomanga Yatofo (panen padi), dan Pine Mahungi (padi baru), meskipun sebagian telah bertransformasi seiring perkembangan agama dan sosial.

Melalui riset ini, tim berharap dapat memetakan lanskap budaya di masing-masing wilayah, mengidentifikasi objek budaya yang masih lestari, terancam punah, maupun telah hilang. Hasil riset juga diharapkan melahirkan rekomendasi akademik untuk pemajuan kebudayaan di Halmahera Utara, Halmahera Tengah, dan Halmahera Barat.

Baca Juga: Buka Rakerda Kanwil BPN Provinsi Jawa Timur, Sekjen ATR/BPN Tekankan Disiplin Perencanaan Anggaran

Perwakilan tim riset juga telah diterima Sekretaris Daerah Kabupaten Halmahera Utara, Drs. Erasmus Joseph Papilaya, MTP, yang menyatakan dukungan terhadap upaya branding budaya dan pariwisata, termasuk menghidupkan kembali Festival Budaya Hibua Lamo.

Maestro budaya Tobelo, Jesaya Banari (62), menilai kehadiran periset BRIN dan IAIN Ternate memberi semangat baru bagi pegiat budaya di Halmahera Utara, termasuk Rumah Seni dan Budaya Dabiloha yang telah aktif selama 36 tahun.

“Kekayaan budaya adalah identitas dan cerminan peradaban suatu suku bangsa. Jika terus ditransformasikan kepada generasi muda, kekayaan ini tidak akan pernah habis,” ujar Jesaya.

Reporter: Sadam A. | Editor: AbangKhaM

Silahkan Berbagi: