Dari Teluk Buli, Gerakan Tadarus Keluarga Didorong Lahirkan Generasi Qur’ani
Haltim – Program dakwah Ramadan 1447 Hijriah kali ini menyasar kawasan minoritas Muslim di wilayah Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur. Kegiatan safari Ramadan dipusatkan di Desa Teluk Buli sebagai upaya memperkuat pembinaan keagamaan masyarakat setempat.
Berdasarkan pemetaan wilayah, Kecamatan Maba memiliki 10 desa dengan komposisi tujuh desa berbasis komunitas Nasrani dan tiga desa lainnya mayoritas umat Islam. Selain faktor demografis, keterbatasan sarana ibadah juga menjadi tantangan tersendiri bagi umat Muslim di wilayah tersebut.
Di Kecamatan Maba, umat Islam tercatat hanya memiliki 10 masjid dan dua musala. Sementara itu, umat Kristiani memiliki sekitar 32 gereja yang tersebar di seluruh desa.
Baca Juga: DPRD Ternate Bahas Ranperda Insentif Investasi, UMKM Dipastikan Jadi Prioritas
Salah satu masjid yang menjadi pusat kegiatan keagamaan adalah Masjid Al Mujahidin di Teluk Buli. Masjid ini menjadi lokasi pelaksanaan tabligh akbar pada Ahad (21/2/2026).
Kegiatan tabligh akbar terselenggara melalui kerja sama Rumah Qur’an Hidayatullah Buli bersama Majelis Taklim “Umu Tarbiyah” Desa Teluk Buli. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Ramadan Produktif: Kiat Menjadi Ibu Pencetak Generasi Qur’ani.”
Materi disampaikan oleh Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, La Ode Ilman, yang menekankan bahwa tema tersebut sangat relevan dengan momentum Ramadan sebagai bulan turunnya Al-Qur’an.
Dalam pemaparannya, ia menyebut Ramadan sebagai “musim Al-Qur’an”, sehingga menjadi waktu terbaik bagi keluarga, khususnya para ibu, untuk membangun kebiasaan religius dalam rumah tangga.
Baca Juga: NHM Peduli Resmikan Rumah Layak Huni ke-156, Warga Lingkar Tambang Halut Haru dan Bersyukur
Ia menjelaskan beberapa ikhtiar yang dapat dilakukan untuk mencetak generasi Qur’ani, salah satunya melalui doa orang tua agar anak-anak tumbuh sebagai keluarga pecinta Al-Qur’an.
Menurutnya, terdapat hubungan erat antara Al-Qur’an dan doa sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 185 tentang turunnya Al-Qur’an di bulan Ramadan yang kemudian diikuti ayat 186 mengenai doa.
Selain itu, peserta majelis taklim juga diajak membangun program bersama berupa “tadarus keluarga.” Program ini dilakukan dengan menentukan waktu khusus di rumah agar seluruh anggota keluarga dapat berkumpul dan membaca Al-Qur’an secara bergiliran.
Dalam praktiknya, setiap anggota keluarga membaca Al-Qur’an secara bergantian dalam lingkaran kecil. Apabila terdapat kesalahan bacaan, anggota keluarga yang memahami ilmu tajwid langsung melakukan koreksi.
Baca Juga: Jelang RUPS 2026, PD Perdana Cipta Mandiri Perkuat Strategi Bisnis dan Evaluasi Kinerja Perusahaan
Metode ini dinilai sebagai praktik tadarus yang sesungguhnya, karena tidak hanya mendengar bacaan, tetapi juga melibatkan proses saling memperbaiki dan belajar bersama.
Apabila program tadarus keluarga dijalankan secara konsisten, kebiasaan tersebut diyakini akan tertanam kuat dalam alam bawah sadar anak sehingga membentuk generasi yang mencintai Al-Qur’an sejak dini.
Reporter: Sadam A.
Editor: AbangKhaM
