282 Usulan Mengemuka di Musrenbang Haltim 2027, Bupati Tekankan Pelayanan Publik dan SDM Jadi Prioritas
Haltim – Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur menggelar Forum Perangkat Daerah Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan arah kebijakan pembangunan yang lebih terarah, partisipatif, dan berkelanjutan.
Mengawali sambutannya, Bupati Halmahera Timur menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah sekaligus permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh peserta yang hadir. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk terus bersyukur atas rahmat Tuhan Yang Maha Esa sehingga dapat berpartisipasi dalam forum penting tersebut.
Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah saat ini memasuki periode kedua kepemimpinannya bersama Wakil Bupati untuk masa jabatan 2025–2029, di tengah tantangan pembangunan yang semakin kompleks. Oleh karena itu, dibutuhkan kerja keras, sinergi, serta percepatan langkah guna mewujudkan pembangunan daerah yang lebih maju.
Baca Juga: Tak Perlu ke Kantor! Kartu Kuning Kini Bisa Diurus di Car Free Day Ternate
Lebih lanjut, disampaikan bahwa Kabupaten Halmahera Timur kini berada pada tahap awal implementasi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Tahun 2025–2045. Tahapan ini difokuskan pada pembangunan fondasi transformasi menuju visi besar “Halmahera Timur Tanbirahi Maju, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan”.
Adapun tema Musrenbang RKPD Tahun 2027 yang diangkat adalah “Meningkatkan Sistem Pelayanan Publik, Kapasitas Sumber Daya Manusia, dan Responsivitas Pemerintah Daerah”. Tema tersebut merupakan penjabaran dari visi dan misi pembangunan daerah.
Berdasarkan hasil Musrenbang tingkat kecamatan di 10 kecamatan, tercatat sebanyak 282 usulan prioritas, yang terdiri dari 206 usulan bidang infrastruktur, 57 usulan bidang perekonomian, serta 19 usulan bidang sosial budaya.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menekankan pentingnya sinergi antara pendekatan bottom-up melalui aspirasi masyarakat dan pendekatan top-down dari kebijakan pemerintah pusat. Selain itu, pelaksanaan program prioritas nasional seperti Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau quick win turut menjadi perhatian, termasuk peningkatan kualitas layanan kesehatan.
Baca Juga: Abrasi Hantam Rumah Warga, IPPML Desak Pemkab Segera Bertindak di Desa Lelei
Bupati berharap seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun delegasi kecamatan dapat berperan aktif serta fokus pada isu-isu strategis pembangunan tahun 2027. Ia juga menegaskan pentingnya berpedoman pada RPJMD 2025–2029 serta rencana strategis masing-masing OPD.
Sebagai penegasan, Bupati menyampaikan sejumlah arahan penting, di antaranya kepala OPD harus proaktif dan responsif terhadap kebutuhan prioritas pembangunan daerah. Setiap kegiatan juga harus memiliki output yang jelas, baik dari sisi lokasi, volume, maupun kesesuaian dengan kebijakan pembangunan.
Selain itu, rencana kerja (Renja) diminta menjadi penjabaran konkret dari Renstra OPD tahun 2027, serta memperkuat koordinasi dan sinergi antar pemangku kepentingan.
Melalui forum ini, diharapkan seluruh pihak dapat memberikan kontribusi terbaik dalam merumuskan program pembangunan yang efektif, efisien, dan tepat sasaran demi kemajuan Halmahera Timur.
Reporter: Tim Malut Center
Editor: AbangKhaM
