Teluk Buli Diduga Tercemar! Pemda Haltim Ultimatum PT Feni dan Antam: Selesaikan atau Hadapi Konsekuensi
Haltim – Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) memanggil PT Feni Haltim dan Antam Group untuk memberikan klarifikasi terkait dugaan pencemaran Kali Kukuba dan sedimentasi di kawasan Teluk Buli, Senin (11/05/2026).
Langkah tegas ini diambil setelah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Haltim melakukan penelusuran lapangan atas laporan dugaan pencemaran di wilayah tersebut.
Dari hasil penelusuran, ditemukan indikasi adanya pembiaran oleh PT Feni Haltim terhadap masuknya sedimen PON ke aliran Kali Kukuba, yang berdampak pada sedimentasi di wilayah pesisir hingga perairan Teluk Buli.
Baca Juga: Usai Aksi Warga, Wabup Halut Tegaskan Rekrutmen PLTMG Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal
Rapat klarifikasi tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Haltim Ricky Chairul Richfat, Kepala DLH Ardiyansyah Madjid, staf ahli bidang pembangunan, Kabag Ekbang, serta perwakilan PT Feni Haltim, PT NKA, PT SDA, dan Antam Buli.
Mewakili Pemerintah Daerah, Sekda Ricky Chairul Richfat menegaskan agar PT Feni Haltim segera mengambil langkah taktis dan konkret untuk menyelesaikan persoalan pencemaran hingga ke akar masalah.
Ia juga menekankan bahwa Pemda Haltim akan menugaskan tim DLH untuk melakukan pemantauan secara berkala terhadap penanganan perubahan rona lingkungan yang dilakukan perusahaan.
“Langkah ini penting agar potensi dampak yang lebih besar dapat segera diminimalisir,” tegasnya.
Baca Juga: Sekda Haltim Buka Musda KNPI, Pemuda Diminta Jadi Motor Perubahan Daerah
Sementara itu, Kepala DLH Haltim Ardiyansyah Madjid menyampaikan bahwa pihaknya telah menurunkan tim untuk terus memantau kondisi lingkungan di wilayah Haltim, termasuk menindaklanjuti berbagai laporan terkait aktivitas perusahaan.
“Pemantauan terus dilakukan, termasuk terhadap laporan yang berkaitan dengan aktivitas perusahaan,” ujarnya.
Di kesempatan yang sama, Vice President PT Feni Haltim, Mr. Jack, menyatakan komitmen perusahaan untuk segera menyelesaikan persoalan yang terjadi di Teluk Buli.
“Kami akan segera menyelesaikan masalah ini dan memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang,” pungkasnya.
Reporter: Tim Malut Center
Editor: AbangKhaM
