Daerah

Temui AHY di Jakarta, Gubernur Malut Dorong Proyek Trans Kie Raha untuk Pemerataan Ekonomi

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, melaksanakan kunjungan kerja ke Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenkoinfra) RI di Jakarta, Jumat (22/5/2026).

Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Dalam pertemuan itu, AHY menyampaikan apresiasi atas capaian Provinsi Maluku Utara yang berhasil meraih sejumlah penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri, termasuk dalam penurunan angka stunting.

Dalam diskusi tersebut, AHY turut memetakan sejumlah tantangan mendasar yang dihadapi Maluku Utara. Meski mencatat pertumbuhan ekonomi tinggi yang ditopang hilirisasi nikel, pembangunan pabrik baterai di Weda dan Buli, serta rencana pengembangan bandara internasional, masih terdapat ketimpangan infrastruktur yang perlu segera diatasi.

Baca Juga: Pincang di Laga Penentuan! Malut United Tetap Bidik Poin di Kandang Borneo FC

Keterbatasan konektivitas dinilai menjadi penghambat dalam mendorong sektor lain seperti pertanian, perkebunan (kelapa dan komoditas lainnya), hingga perikanan.

Menjawab hal itu, Pemerintah Provinsi Maluku Utara memaparkan program strategis pembangunan infrastruktur dan konektivitas wilayah, termasuk rencana integrasi kawasan lumbung pangan di Halmahera dengan kawasan industri.

“Setiap progres adalah langkah baik. Setiap rupiah investasi harus dikonversi menjadi keadilan dan pemerataan yang dirasakan langsung oleh masyarakat Maluku Utara,” tegas Sherly.

Baca Juga: Saat Tanah Adat Terancam, Sertipikat Ulayat Jadi Benteng Terakhir Nagari

Salah satu fokus utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah proyek strategis Jalan Trans Kie Raha. Sherly menegaskan bahwa proyek ini sangat penting untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah di Maluku Utara.

“Kami kembali berkoordinasi dengan Bapak Menko Infrastruktur untuk mengawal rencana pembangunan konektivitas Trans Kie Raha,” ujarnya.

Menurut Sherly, meskipun pertumbuhan ekonomi Maluku Utara saat ini termasuk yang tertinggi di Indonesia, manfaatnya belum dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat.

Baca Juga: Era Baru Pertanahan: Sertipikat Elektronik Wajib Scan Barcode, Ini Fungsinya!

Ia menilai kondisi tersebut dipengaruhi oleh belum optimalnya infrastruktur jalan dan jembatan, terutama di wilayah terpencil yang masih terisolasi.

“Pembangunan konektivitas menjadi kunci untuk menciptakan pemerataan. Ini akan memudahkan mobilitas masyarakat sekaligus mempercepat perputaran ekonomi,” jelasnya.

Gubernur Malut berharap proyek Trans Kie Raha dapat menjadi kekuatan utama dalam mendorong pemerataan pembangunan serta membuka akses wilayah-wilayah yang selama ini tertinggal.

Sebelumnya, Sherly juga telah melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat guna mendapatkan dukungan dan pendanaan untuk merealisasikan proyek strategis tersebut.

Reporter: Sadam A.
Editor: AbangKhaM

Silahkan Berbagi: