Ini Harta Kekayaan Benny Laos Mantan Bupati Kabupaten Pulau Morotai, Yang Kinerjanya Dinilai Kurang Optimal Oleh KPK
Ternate – Hasil pemantauan dan evaluasi Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) selama kunjungan di Morotai telah dipublikasikan. KPK RI memberikan skor 53,17 untuk kinerja Pemkab Morotai dalam pelaksanaan delapan area Manajemen Sistem Terpadu (MSITI).
Area MSITI yang disampaikan KPK RI tersebut meliputi pengelolaan, penganggaran, bencana, sumber daya manusia (SDM), pelayanan publik, application programming interface (API) dan lain lainnya.
Menurut, Abdul Haris, Ketua Satuan Tugas Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi Terintegrasi Wilayah V Komisi Pemberantasan Korupsi, menyampaikan hal ini secara langsung.
“KPK menyoroti bahwa kinerja organisasi perangkat daerah di Pemkab Pulau Morotai tidak harmonisasi dan berjalan sendiri sendiri, hal tersebut mengakibatkan pelaksanaan tugas pemerintah daerah tidak optimal,” tungkasnya.
Permasalahan yang ditemukan mengepung Pemkab Pulau Morotai dinilai oleh KPK RI merupakan hasil peninggalan mantan Bupati Pulau Morotai periode 2017-2022, Benny Laos. KPK RI menilai Benny Laos turut bertanggung jawab atas masalah tadi.
‘Iya lah, dia kan harus bertanggung jawab atas berbagai persoalan yang terjadi di Mototai,” tegas Abdul Haris, sepert ditulis IndoBisnis.
Terlepas dari itu Bupati Morotai periode 2017-2022 merupakan salah satu Bupati terkaya di republik ini.
Pantauan awak media dari situs e-lhkpn, Tanggal penyampaian/jenis laporan – tahun: 31 Desember 2022/khusus – akhir menjabat.
kekayaan dari Benny Laos di angka Rp 521.474.065.207.
Dengan rincian sebagai berikut
