Inovasi Puskesmas Talagamori Berhasil Turunkan Presentase Penderita Stunting di Tidore. Berikut Angkanya!
Tidore – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Talagamori, Kota Tidore Kepulauan, membuat terobosan baru upaya mengatasi masalah stunting.
Inovasi yang digagas oleh Mauluddin, sebagai Pengelola Program Gizi di Puskesmas Talagamori tersebut mengusung tema Paket Imun Untuk Pengantin.
Kepada media ini, Mauluddin menjelaskan bahwa inovasi tersebut ditujukan untuk ibu hamil dan bayi balita yang datang ke Posyandu.
Baca Juga: Diikuti 29 Tim, Wali Kota Tidore Resmikan Pembukaan Gurua Event ke XIII Tahun 2025
“Ada Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk ibu hamil dan bayi balita yang datang ke Posyandu,” ucap Mauluddin. Itu dilakukan, lanjutnya, “karena tingginya angka prevalensi penderita stunting di Kecataman Oba khususnya di wilayah kerja Puskesmas Talagamori.” Jelas Mauluddin.
Dijelaskan, lanjut Mauluddin, tingginya penderita stunting di Kecamatan Oba karena dipengaruhi beberapa faktor, yakni kondisi sanitasi yang buruk, kekurangan gizi kronik, infeksi yang berulang-ulang serta faktor sosial.
Karenanya, Mauluddin bilang, “kami juga memberikan pelatihan kepada kader-kader Posyandu untuk membuat PMT”. Bahan dasarnya adalah bahan lokal, yakni ubi jalar, daun kelor dan ikan kembung. Tutupnya.
Baca Juga: Lurah Tomalou Inisiasi Program ‘Delo Tomalou’, Begini Tujuannya!
Kepala UPT Puskesmas Talagamori, Suryati Abubakar, saat diwawancarai awak media mengungkapkan apresiasinya terhadap inovasi tersebut.
“Inovasi ini sangat baik, karena langsung memberikan manfaat yang sangat banyak kepada Masyarakat terutama kepada ibu hamil, orang tua bayi balita serta keluarga dalam mengimplemetasikan PMT di kehidupan sehari-hari.” Ungkap Suryati.
Suryati menyebutkan, inovasi tersebut sangat mempengaruhi angka penderita stunting, khsusnya di Kecamatan Oba.
“Di tahun 2023, penderita balita stunting itu sebanyak 105 orang dengan presentase 35,4%. Setelah inovasi ini digaungkan, angka penderita stunting menurun jadi 67 orang di tahun 2024, itu dari sasaran 470 sehingga presentasenya menurun jadi 14,2%.” Jelas Kepala Puskesmas. (Bojes)
Editor: AbangKhaM
