Daerah

BPK Malut Gelar Seminar Pemajuan Budaya Berbasis Digital, Ini Harapan Untuk Generasi Muda!

Ternate – Balai Pelestarian Kebudayaaan (BPK) Wilayah XXI, Provinsi Maluku Utara melalui dana fasilitasi pemajuan kebudayaan ketegori individu tahun 2025, menggelar seminar pemajuan sukma budaya tradisi di era digital dengan mengangkat tema “Menjaga Sukma Tradisi di Era Digital: Peran Kreator Konten dalam Pemajuan Kebudayaan” yang bertempat di Museum Benteng Oranje, Kota Ternate pada Sabtu, 19 Juli 2025.

Kegiatan yang dimulai pada pukul 08.00 WIT itu, menghadirkan narasumber yakni Budayawan Rinto Taib dan Konten Kreator Ramis Rauf. Sementara pada seminar tersebut, juga diikuti pelajar, mahasiswa, guru dan dari pihak Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Maluku Utara.

Ketua Panitia Penyelenggara Seminar, Hudan Irsyadi saat dikonfirmasi menyampaikan tujuan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesadaran kepada masyarakat mengenai khazana kebudayaan daerah, yang dilakukan melalui digitalisasi atau konten kreator.

Baca Juga: SOFIFI is Back!!!

Hudan Irysadi juga menilai bahwa saat ini untuk sosialisasi terkait kebudayaan yang sifatnya luring sudah dianggap ketinggalan zaman. Untuk itu, menurutnya, melalui kegiatan berbasis konten kreator ini dapat memberikan penguatan terhadap nilai-nilai budaya yang dapat divisualisasikan dalam dunia digital.

“Saya melihat fenomena kemajuan kebudayaan di daerah itu, kita harus merubah strategi untuk melakukan pewarisan kepada generasi kita itu dengan berfokus pada dunia digital,” tuturnya.

Sementara itu, narasumber Rinto Taib kepada awak media mengatakan, kita kaya dengan potensi budaya baik benda maupun tak benda yang melimpah ruah. Meski begitu, ia menjelaskan kita diperhadapkan dengan peluang sekaligus tantangan di era digital.

Baca Juga: Berikut Nama-Nama Sebelas Orang yang Disumpah Menjadi Dokter!

“Misalnya, memanfaatkan platform digital untuk melestarikan kebudayaan itu sendiri, maupun itu bisa menjadi investasi bagi kepentingan ekonomi demi meningkatkan kesejahteraan hidup,” tuturnya.

Oleh karenanya, Rinto mengatakan bahwa generasi muda khususnya harus pandai dalam memanfaatkan platform digital dengan mengacu pada empat pilar, yakni makin cakap digital, makin taat pada etika digital, budaya digital dan keamanan digital.

Sedangkan, konten kreator Ramis Rauf berharap kepada generasi muda khususnya Gen-Z, bisa memanfaatkan akun-akun media sosialnya untuk mempromosikan budaya lewat unggahannya, baik Vlog, YouTube, Instagram, Facebook maupun TikTok. (Randi)

Editor: AbangKhaM

Silahkan Berbagi: