82% Warga Ngade Tak Paham Bangunan Tahan Gempa, PKM Kampus Hadirkan Solusi!
Ternate – Hasil survei terbaru menunjukkan sebanyak 82 persen warga Kelurahan Ngade, Kota Ternate, belum memahami pentingnya struktur bangunan tahan gempa. Mayoritas rumah di wilayah tersebut masih dibangun berdasarkan pengalaman tukang dan kebiasaan turun-temurun tanpa memperhatikan standar keamanan.
Temuan itu terungkap dalam kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang digelar tim akademisi, Senin (18/8/2025). Kegiatan ini fokus memberikan edukasi teknis bagi warga dan tukang bangunan lokal tentang cara membangun rumah yang lebih aman dari risiko gempa bumi.
“Sepanjang survei, banyak rumah dibangun tanpa sloof maupun ring balok. Padahal ini elemen penting agar rumah tidak mudah roboh saat gempa,” ungkap Ketua tim PKM, Ir. Muhammad Darwis, S.T., M.T.
Baca Juga: Anak Muda Kohicamp Gelar Aksi Sadar Sampah di Taman Love Ternate
- Edukasi Hingga Modul Praktis
PKM ini meliputi tiga sesi pelatihan interaktif dengan materi sederhana dan visual. Peserta diperkenalkan pada prinsip dasar bangunan tahan gempa, pentingnya pondasi dan pengikat struktur, serta studi kasus kerusakan rumah akibat gempa.
Tim juga menyusun modul ‘Panduan Ringkas Rumah Tahan Gempa’ yang dibagikan ke warga dan perangkat RT/RW. Modul ini berisi ilustrasi pondasi, sloof, hingga rekomendasi material lokal yang terjangkau.
- Demonstrasi Lapangan
Tak hanya teori, warga juga diajak praktik langsung melalui pembuatan miniatur struktur balok–kolom dan pemasangan sloof dasar. Bahkan, satu rumah warga dijadikan proyek percontohan dengan penambahan elemen penguat.
- Respons Positif Masyarakat
Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan. Jika sebelumnya hanya 18 persen warga yang mengetahui fungsi elemen pengikat struktur, setelah pelatihan angka itu melonjak menjadi 74 persen.
“Harapan kami, kebiasaan membangun di masyarakat bisa berubah lebih aman. Ini bukan hanya soal teknis, tapi juga melindungi nyawa,” harap Muhammad Darwis.
- Tindak Lanjut
Ke depan, tim PKM berencana memperluas sosialisasi ke kelurahan lain, sekaligus mendigitalisasi materi dalam bentuk e-book dan video tutorial agar lebih mudah diakses masyarakat.
Dengan capaian ini, warga Ngade kini memiliki bekal pengetahuan baru untuk membangun rumah yang lebih aman dari risiko gempa.
Editor: AbangKhaM
