Dari Limbah Jadi Berkah, Kulit Singkong Disulap Jadi Pupuk Organik untuk Petani
Halmahera Barat – Penggunaan pupuk kimia di kalangan petani Indonesia masih sangat tinggi karena efeknya yang cepat dirasakan. Namun, penggunaan berlebihan tanpa diimbangi pupuk organik memicu degradasi lahan, menurunkan kesuburan tanah, mengurangi keanekaragaman hayati, dan berdampak pada penurunan hasil panen.
Fenomena serupa terjadi di Dusun Bangko, kawasan yang berada di sekitar Kampus IV Universitas Khairun, Halmahera Barat. Warga setempat yang mayoritas petani singkong atau kasbi masih bergantung pada pupuk kimia untuk bercocok tanam. Ironisnya, limbah kulit singkong dari proses pembuatan sagu kasbi selama ini hanya dibuang begitu saja.
Baca Juga: Keadilan untuk Tiwi: Berkas Pembunuhan Pegawai BPS Resmi Dilimpahkan ke Jaksa!
Melihat potensi tersebut, tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Pertanian Universitas Khairun menginisiasi pelatihan pengolahan limbah kulit singkong menjadi pupuk organik. Kegiatan ini melibatkan tiga dosen, yakni Ir. Nurhikmah, S.Hut., M.Hut., Nurfadhilah Arif, S.Si., M.Sc., dan Dr. Andi Kurniawan, S.Hut., M.Sc.
“Pelatihan ini kami rancang agar masyarakat memahami cara mengolah kulit kasbi dan limbah rumah tangga lainnya menjadi pupuk organik. Prosesnya menggunakan komposter dan bioaktivator agar penguraian berjalan cepat,” jelas Nurhikmah, ketua tim pelaksana, Rabu (19/8/2025).
Nurfadhilah menambahkan, pupuk organik yang dihasilkan memiliki unsur hara yang sangat baik untuk meningkatkan kualitas pertumbuhan tanaman singkong.
Baca Juga: RPJMD Ternate 2025-2029 Resmi Disahkan, Fokus pada 5 Isu Strategis Pembangunan
Haris, salah satu petani peserta pelatihan, mengaku optimistis dengan program ini.
“Lahan kami kering dan kurang subur, hasil kasbi juga kecil-kecil. Dengan adanya pelatihan ini, kami jadi tahu cara mengelola tanah supaya lebih subur. Semoga bisa dipraktikkan secara luas,” ujarnya.
Masyarakat Dusun Bangko berharap pemanfaatan pupuk organik ini dapat diterapkan secara massal sehingga kualitas lahan membaik dan hasil panen kasbi semakin meningkat.
Editor: AbangKhaM
