Olahraga

Stadion Gelora Kie Raha Diperebutkan, Malut United Bisa Tinggalkan Ternate

Ternate – Status kepemilikan Stadion Gelora Kie Raha (GKR), yang saat ini menjadi markas Malut United FC, kembali memicu polemik. Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) mengklaim stadion kebanggaan Maluku Utara itu masih tercatat sebagai aset mereka, bukan milik Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate.

Bupati Halbar James Uang melalui Staf Khusus Bidang Hukum, Arnold Musa, SH., MH., CLD, menegaskan bahwa hingga kini belum ada penyerahan resmi aset Stadion GKR dari Pemda Halbar ke Pemkot Ternate. Karena itu, menurutnya, Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemkot Ternate dengan manajemen Malut United cacat hukum.

“Perubahan bentuk dan pengambilan hasil dari Stadion GKR merupakan perbuatan melawan hukum. Hingga kini Stadion GKR masih tercatat sebagai aset Pemda Halbar,” tegas Arnold, yang juga dikenal sebagai pengacara senior asal Jailolo.

Baca Juga: Sosialisasi Literasi di Ternate: FIC Malut Bagikan Buku & Gelorakan Madrasah Membaca

Arnold menambahkan, jika Malut United ingin menggunakan fasilitas Stadion GKR, maka kerja sama harus dilakukan dengan Pemda Halbar, bukan dengan Pemkot Ternate.

Pemkot Ternate Bantah
Klaim ini ditanggapi santai oleh Sekretaris Kota Ternate, Dr. Rizal Marsaoly. Ia menegaskan, pembagian dan penyerahan aset antara Pemkot Ternate dan Pemda Halbar telah tuntas sejak lama, dan GKR tercatat resmi dalam Kartu Inventaris Barang (KIB) Pemkot Ternate.

“Dalam KIB, Gelora Kie Raha tercatat sebagai aset milik Pemerintah Kota Ternate. Publik Maluku Utara pun tahu soal ini,” jelas Rizal.

Baca Juga: Produktivitas Pertanian Masih Rendah, Distani Ternate Jawab dengan Pelatihan Alsintan

Ia bahkan balik mempertanyakan perhatian Pemda Halbar ketika kondisi stadion itu sempat terbengkalai sebelum direnovasi.

Malut United Ikut Terseret Polemik
Di tengah sengketa kepemilikan ini, manajemen Malut United mengaku kecewa. Wakil Manajer Klub, Asghar Saleh, menilai polemik ini muncul justru setelah stadion direnovasi dan layak pakai.

“Mengapa setelah kami bangun jadi bagus dan digunakan, tiba-tiba jadi masalah?” ujar Asghar.

Baca Juga: 82% Warga Ngade Tak Paham Bangunan Tahan Gempa, PKM Kampus Hadirkan Solusi!

Ia menegaskan bahwa renovasi dilakukan dengan tujuan mulia: agar Malut United bisa bertanding di depan publik sendiri, menjadi kebanggaan masyarakat Maluku Utara. Namun, manajemen mengaku tidak didukung penuh oleh pemerintah daerah, sehingga merasa dirugikan secara finansial dan mulai mempertimbangkan stadion alternatif, termasuk opsi pindah kandang ke Ambon.

Perjalanan Singkat Malut United FC
Meski baru berdiri pada Januari 2023 setelah mengakuisisi lisensi Putra Delta Sidoarjo, Malut United langsung mencetak prestasi. Pada musim debut Liga 1 2024–2025, klub ini finis di posisi ketiga dan berhak tampil di ASEAN Club Championship 2025–2026.

Musim ini, klub yang dilatih Hendri Susilo—satu-satunya pelatih lokal berlisensi AFC Pro di Liga 1—membuat gebrakan dengan mendatangkan sepuluh pemain baru. (Red)

Editor: AbangKhaM

Silahkan Berbagi: