Daerah

Pemda Haltim Geram! Dua Perusahaan Diultimatum Soal Sedimentasi yang Serang Sawah dan Laut Wasile

Haltim – Pemerintah Daerah Halmahera Timur menggelar rapat penting bersama manajemen PT JAS dan PT ARA pada Selasa, 2 Desember 2025. Pertemuan ini menjadi panggung bagi Pemda Haltim untuk menyampaikan sikap tegas terkait persoalan sedimentasi yang diduga berasal dari aktivitas kedua perusahaan dan berdampak langsung pada lahan pertanian serta ekosistem laut di wilayah Wasile.

Masalah tersebut mencuat dari keluhan warga di tiga desa – Batu Raja, Mekar Sari, dan Bumi Restu – yang menyebut aliran sedimentasi telah memasuki area persawahan mereka. Nelayan di wilayah Wasile dan Fayaul juga mengaku mengalami dampak serupa, terutama rusaknya ekosistem perairan yang menjadi sumber mata pencaharian mereka.

Baca Juga: Penganiayaan di Musda HIPMI Malut: Ketua HIPMI Halut Dilaporkan ke Polres Ternate

Sekretaris Daerah Haltim, Ricky Chairul Richfat, yang memimpin rapat tersebut, menyampaikan ultimatum keras kepada PT JAS dan PT ARA. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan ragu mengambil langkah tegas apabila persoalan tersebut tidak segera ditindaklanjuti.

“Apabila PT JAS dan PT ARA tidak segera menyelesaikan permasalahan sedimentasi yang mengganggu persawahan dan ekosistem laut, maka Pemda Haltim akan mengambil langkah tegas dan terukur,” tegas Ricky.

Baca Juga: Pemkab Haltim Buka Seleksi JPT: Lima Jabatan Strategis Resmi Dilelang

Ia juga memerintahkan Camat Wasile serta para kepala desa terkait untuk berada di garis depan dalam melindungi kepentingan masyarakat. Pemda pun menugaskan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian, dan Dinas Perikanan untuk melakukan verifikasi lapangan serta menyiapkan opsi langkah hukum maupun administratif, termasuk kemungkinan peninjauan ulang dokumen lingkungan kedua perusahaan.

Rapat tersebut turut dihadiri oleh Kadis Pertanian, Kadis DPMD, Kadis Perikanan, Kadis Lingkungan Hidup, DPMPTSP, Dinas Perkim, Camat Wasile, para kepala desa Mekar Sari, Bumi Restu, dan Baturaja, serta staf ahli dan Asisten III.

Reporter: Tim Malut Center
Editor: AbangKhaM

Silahkan Berbagi: