Daerah

Reklamasi Pantai Ternate: Proyek Miliaran yang Kini Jadi Kebun Warga!

Ternate, – Proyek pembangunan reklamasi pantai di Kota Ternate yang dimulai sejak era kepemimpinan Wali Kota (Alm) Dr. H. Burhan Abdurahman, S.H., M.Hum, hingga periode kedua Wali Kota Dr. M. Tauhid Soleman, M.Si, tak kunjung dilanjutkan. Meski sudah berjalan tujuh tahun, tak terlihat tanda-tanda penyelesaian pekerjaan reklamasi tersebut.

Pantauan Malutcenter.com di lokasi, lahan reklamasi kini ditumbuhi berbagai jenis tanaman liar. Bahkan, sebagian warga memanfaatkan area tersebut untuk bercocok tanam seperti pisang, cabai, dan sayuran, karena tidak ada aktivitas pembangunan.

Baca Juga: Gelar Aksi di Polda dan Kejaksaan Tinggi Malut, Begini Tuntutan Solidaritas 11 Masyarakat Adat Maba Sangadji!

Seorang warga Kelurahan Sangaji, Udi, yang ditemui pada 15 Agustus 2025 mengatakan, proyek reklamasi dimulai pada 2018–2019. Saat itu, warga sempat meminta pemerintah kota dan kontraktor melakukan kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) serta membangun tempat sandar perahu bagi nelayan.

“Sejak reklamasi ini dibangun, nelayan sulit keluar masuk ke pantai karena terhalang timbunan. Kami sudah sampaikan keluhan ini sejak awal, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” ungkap Udi.

Baca Juga: Soroti Kepemimpinan Bahlil di Partai Golkar, Direktur PPI: Sudah On The Track!

Ia menambahkan, proyek yang disebut berskema multi years ini seakan terhenti tanpa kejelasan.
“Ini proyek besar, tapi kenapa dibiarkan begitu saja? Tidak ada penjelasan dari pemerintah kota soal kelanjutannya,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kota Ternate belum memberikan keterangan resmi terkait nasib pembangunan reklamasi pantai tersebut. (Sadam)

Editor: ABangKhaM

Silahkan Berbagi: