Daerah

Jembatan Kali Aru Putus 65 Meter, Akses Loloda–Galela Lumpuh Total

Halut – Setelah banjir besar yang terjadi pada 5–8 Januari 2025 di wilayah Provinsi Maluku Utara, sejumlah titik mengalami kerusakan parah, mulai dari tanah longsor, rumah warga runtuh, hingga infrastruktur jalan yang terputus. Salah satu dampak paling signifikan terjadi di Jembatan Kali Aru, Desa Bobisingo, Kecamatan Galela Utara, Kabupaten Halmahera Utara.

Akibat derasnya arus banjir, bagian badan jembatan mengalami kerusakan berat sehingga aktivitas lalu lintas terhambat total. Arus air menggerus pondasi jembatan hingga menyebabkan putusnya akses penghubung utama warga Loloda–Galela–Tobelo.

Baca Juga: Bappelitbangda Ternate Kumpulkan 20 Kodi Bantuan untuk Korban Banjir Halbar

Kepala Desa Bobisingo, Muhjir Bulele, mengatakan bahwa pada Jumat (09/01/2025) sejumlah tim perwakilan dari BWS, BPBD, dan Dinas PUPR Provinsi Maluku Utara telah turun langsung meninjau kondisi jembatan yang rusak.

“Mereka melihat langsung kerusakannya dan akan menindaklanjuti agar perbaikan dapat dipercepat,” ujar Muhjir.

Ia mengungkapkan bahwa lebar kikisan air akibat banjir mencapai 65 meter, sehingga kerusakan jembatan terbilang sangat parah.
Muhjir berharap dengan adanya kedatangan tim ini, proses perbaikan dapat segera dilakukan mengingat jembatan tersebut merupakan jalur vital bagi aktivitas transportasi warga.

Baca Juga: 5 Ton Beras, Kasur, Tenda & Susu Anak: Ini Rincian Lengkap Bantuan Pemprov Malut

“Kami juga sedang mengupayakan alat berat seperti excavator agar dapat meratakan bagian bibir sungai yang tinggi. Dengan begitu, ketika air surut, warga bisa kembali menyeberang,” jelasnya.

Saat ini, aktivitas kendaraan roda empat masih belum bisa melintas karena debit air belum sepenuhnya surut. Hanya sepeda motor yang dapat melewati jalur itu, itupun dengan bantuan warga yang memikul kendaraan agar bisa menyeberangi aliran sungai.

Reporter: Sadam A.
Editor: AbangKhaM

Silahkan Berbagi: