Loloda yang Tertinggal: Potret Pembangunan yang Terlupa di Halmahera Utara
“Tentang Loloda yang Tertinggal”
Oleh: Abd. Agis – Pemuda Halmahera Utara
Serba-serbi kegiatan yang megah dan tersistematis, menyimpan desak desuk negeri yang bernama Loloda.
Banyak kenyataan Infaktruktur yang belum tersentuh oleh keseteraan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, Terdahulu dan saat ini, seperti transfortasi Laut Maupun Darat yang seharusnya urgent dan harus di utamakan karena sangat penting untuk masyarakat pada umumnya. Akan tetapi masih lambat serta Loading.
Akses jalan raya sangatlah penting dan genting, Pemerintah Maluku Utara dan Kabupaten harus buka mata dan buka hati. Karena Orang sakit Butuh Jalan dan Jembatan, Para petani, Nelayan, Buru Pabrik, Guru-guru, Tenaga Medis dan semua lapisan masyarakat Loloda sangat dan sangat membutuhkan Akses Jalan.
Baca Juga: Tim Unkhair Tiba di Bibinoi, Pencarian Dosen Hilang Diperluas hingga Perairan Saketa–Sayoang
Nanti Kita tinjau, akan kita sertakan. Kepastian dan kebijakan belum terlihat hingga kini, tapi masyarakat Loloda tetap beraktifitas seperti bisanya ” Seakan-akan tidak terjadi apa-apa.” jalan rusak dan Jembatan yang belum ada, bahkan mereka harus lewati pinggiran pantai mengunakan Mobil Full Gardan (Mobil Hilux) yang sesuai dengan medan jalan, hal ini sangatlah miris.
Hingga kabar duka pun muncul dari Loloda, Tim Medis Loloda Utara berusaha melarikan Pasien ke Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD ) Kota Tobelo. Karena sudah gawat darurat, tetapi kenyataan berkata lain. Satu orang Warga Loloda meninggal di tengah Jalan. (Rujukan Pasien Berakhir Duka, Loloda Halmahera Utara. Media: HalmaheraTV )
Dengan Kondisi Hujan Deras, Banjir, Jalan rusak, Jembatan tidak ada untuk roda dua dan roda empat. Maka Otomatis semua akses tidak bisa di lalui, Apalagi air sungai Meluap tinggi serta kendaraan tidak bisa lewat. Begitulah hari-hari yang di rasakan oleh Warga Loloda Utara.
Baca Juga: Unkhair Bentuk Tim Khusus Dukung Pencarian Dosen Hilang di Perairan Halsel
Jalan Desa, Kecamatan, Kabupaten dan Provinsi saling terhubung dalam Transfortasi Lalulintas, untuk aktifitas Sosial Masyarakat pada umumnya serta di utamakan sebesar-besarnya untuk masyarakat. Dan sudah di atur dalam Undang-undang Jalan Raya, melalui ( Kementrian Pekerjan Umum, PU) ” Undang-undang Republik Indonesia Nomor 38 Tentang Jalan”. Baca, BAB I, BAB II, BAB III. yang tercantum dan sudah di atur dalam Pasal 1 sampai Pasal 42 tentang Jalan. (https://jdih.pu.go.id)
Baru-baru ini, ada salah satu Anggota DPR Provinsi Maluku Utara melewati Jalan Loloda yang rusak tersebut, mobilnya hampir terbalik tapi di kabarkan masih selamat, menurut pemberitaan yang sudah berseleweran di media masa.
Tulisan ini di buat pada tanggal 02/12/25, tapi belum terekspos kemana-mana. Hingga nalar berpikir untuk menulis tentang Loloda dan semua aktifitasnya yang viral di media sosial baru-baru ini.
Baca Juga: Gubernur Maluku Utara Imbau Warga Waspadai Cuaca Buruk dan Gelombang Tinggi
Cuaca Buruk hampir di semua Kabupaten dan Kota di Maluku Utara, Hujan Deras dan Banjir menjadi masalah besar serta ujian bagi masyarakat Galela, Galela Utar dan Loloda pada umumnya.
Jembatan Putus, rumah-rumah masyarakat jadi korban, akibat bajir besar yang datang, apalagi sebagian akses jalan yang belum normal atau belum jadi, serta jembatan yang belum ada. Hal ini kemudian Penulis tekanan pada Pemerintah Halmahera Utara dan Provinsi Maluku Utara, agar cepat mengambil langka penyelesaikannya karena sudah menyangkut nyawa masyarakat dan aktifitas Sosial Ekonomi yang harus terus berjalan.
Dari masyarakat Loloda Kita belajar tentang perjuangan melawan Lupa, Pemerintah Lupa kalau sebenarnya mereka juga ada, untuk memberikan kontribusi besar pada Maluku Utara dan Kabupaten Halmahera Utara kususnya, Mulai dari Ekonomi, Pajak, Pendidikan, Pertanian dan Perikananan Laut Loloda dan lain sebagaikannya.
Sampai bencana banjir datang, yang terjadi rumah-rumah teremdam air, akses jalan tidak bisa di lewati, jembatan Putus, keadaan makin sulit dan terjepit. Tetapi masyarakat Loloda masih semangat menjalankan aktifitas sosial ekonominya.
Editor: AbangKhaM
