Akses Rusak dan Jembatan Lapuk, DPRD Desak Pemkot Benahi Dodoku Ali
Ternate – DPRD Kota Ternate menyoroti kondisi Kawasan Dodoku Ali yang dinilai semakin memprihatinkan. Area yang memiliki nilai sejarah dan budaya tersebut kini mengalami kerusakan pada sejumlah fasilitas, sehingga membutuhkan penanganan serius dari pemerintah daerah.
Pantauan di lapangan menunjukkan, jalur setapak beton yang menjadi akses utama pengunjung menuju kawasan Dodoku Ali berlubang di beberapa titik dan tidak lagi nyaman dilalui. Pengendara roda dua bahkan harus ekstra berhati-hati agar tidak terperosok saat melintas.
Tak hanya itu, papan pada badan jembatan Dodoku Ali terlihat lapuk dan sebagian berlubang. Kondisinya dinilai tidak lagi layak digunakan karena bergoyang saat diinjak, sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat, terutama anak-anak dan lansia.
Baca Juga: Safari Ramadhan 1447 H, Pemprov Malut Perkuat Ekonomi dan Bantuan Sosial di Halmahera Utara
Menanggapi kondisi tersebut, Anggota DPRD Kota Ternate Muhammad Syaiful mengatakan persoalan Kawasan Dodoku Ali telah menjadi perhatian dalam rapat internal Panitia Khusus (Pansus) I DPRD Kota Ternate terkait pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
“Dalam rapat Pansus, kami juga menyoroti kondisi Kawasan Dodoku Ali yang saat ini memprihatinkan,” ujarnya kepada wartawan usai rapat internal Pansus I di Ruang Rapat Eksekutif DPRD Kota Ternate, Jumat (27/2/2026).
Menurutnya, kawasan Dodoku Ali memiliki nilai sejarah dan budaya yang penting sehingga tidak boleh dibiarkan terus mengalami degradasi. Dalam dokumen RTRW, kawasan tersebut bahkan didorong untuk ditetapkan sebagai situs cagar budaya.
Langkah tersebut dinilai penting agar pengelolaan kawasan memiliki payung hukum yang jelas sekaligus mendapat prioritas dalam perencanaan pembangunan daerah.
Politisi Partai Golkar itu menambahkan, DPRD dalam waktu dekat akan memanggil Dinas PUPR dan Dinas Kebudayaan guna membahas rencana renovasi serta penataan kawasan secara menyeluruh.
“Perencanaan harus matang agar revitalisasi tidak sekadar tambal sulam,” tegasnya.
Ia menilai, apabila dikelola dengan baik, Kawasan Dodoku Ali tidak hanya mampu menjaga nilai sejarah, tetapi juga berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengembangan wisata sejarah.
Syaiful menegaskan, pelestarian kawasan bersejarah tersebut perlu dilakukan secara berkelanjutan agar mampu menghidupkan kembali daya tarik wisata sejarah di Ternate Utara sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Reporter: Randi I.
Editor: AbangKhaM
