3 Bulan Terbaring Tanpa Pengobatan, Kisah Rasid di Tidore Ini Jadi Potret Pilu Lebaran 1447 H
Tidore – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, ketika gema takbir mulai menggema di kampung-kampung, Rasid Musa (51), warga Desa Sigela Yef, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan, hanya bisa terbaring lemah di rumah sederhananya.
Selama tiga bulan terakhir, Rasid tak lagi mampu berdiri setelah terjatuh dari pohon kelapa—pekerjaan yang selama ini menjadi sumber utama penghidupannya. Sejak saat itu, ia hanya terbaring, menahan sakit tanpa penanganan medis yang memadai.
Menurut keterangan kerabat, bukan karena enggan berobat, namun keterbatasan biaya menjadi penghalang utama. Kondisi ekonomi keluarga yang bergantung pada penghasilan harian membuat upaya pengobatan tak kunjung terwujud.
Baca Juga: Breaking News : 1 Syawal 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026
Di saat sebagian besar masyarakat sibuk mempersiapkan pakaian baru dan hidangan Lebaran, Rasid justru menghadapi kenyataan sebaliknya. Tubuhnya kian melemah, sementara hari-harinya diisi dengan rasa sakit dan ketidakpastian.
Lebaran tahun ini bukan lagi tentang perayaan bagi Rasid, melainkan tentang bertahan hidup di tengah keterbatasan.
Hingga kini, perhatian terhadap kondisi Rasid belum terlihat secara nyata. Selama berbulan-bulan sakit, belum tampak adanya penanganan serius maupun bantuan dari pemerintah setempat.
Baca Juga: Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh 20 Maret 2026, Indonesia Masih Tunggu Sidang Isbat
Respons dari pemerintah Desa Sigela Yef pun dinilai belum menunjukkan langkah konkret dalam menjawab kebutuhan warganya yang tengah membutuhkan pertolongan.
Sementara itu, perhatian dari Pemerintah Kota Tidore Kepulauan masih menjadi harapan, agar kasus serupa tidak terus terulang dan penanganan terhadap warga yang sakit dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat.
Kisah Rasid menjadi potret sunyi di tengah gemuruh hari kemenangan—tentang seorang kepala keluarga yang terbaring tanpa kepastian, menanti kepedulian agar bisa kembali bangkit dan menjalani hidup dengan layak.
Reporter: Tim Malut Center
Editor: AbangKhaM
