Nasional

Didukung ATR/BPN, Kawasan Riset Pertanian Berbasis AI di Danau Toba Siap Dongkrak Ketahanan Pangan

Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) Institut Teknologi Del di Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mendorong pembangunan nasional berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan data.

“Kementerian ATR/BPN mendukung penuh upaya mewujudkan kemandirian pangan. Kepastian tata ruang dan kepastian hukum atas tanah menjadi aspek utama yang kami siapkan,” ujar Ossy dalam rapat pembahasan pengembangan pertanian berbasis kecerdasan buatan (AI) di kawasan TSTH2, Rabu (1/4/2026).

Baca Juga: Pemkab Halut Genjot Pembangunan 2027, Ini Sektor yang Jadi Prioritas

TSTH2 merupakan pusat riset terintegrasi yang berfokus pada pengembangan bibit unggul sektor pertanian. Kawasan ini juga dirancang sebagai pusat budidaya tanaman herbal dari skala lokal hingga internasional, yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mendorong inovasi berbasis sains dan teknologi.

Menurut Ossy, pendekatan berbasis data sangat penting dalam setiap pengambilan kebijakan pembangunan.
“Setiap keputusan harus didasarkan pada data yang kuat, bukan sekadar asumsi atau prediksi,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Panjaitan. Ia menekankan bahwa pembangunan, khususnya di sektor ketahanan pangan, harus berbasis riset yang komprehensif.
“Semua harus berbasis studi dan data. Dengan begitu, kebijakan yang diambil akan lebih tepat dan terarah,” ujarnya.

Baca Juga: Percepat Sertifikasi Tanah Wakaf, Menteri ATR/BPN Serahkan 33 Sertipikat di Sulteng

Luhut juga menilai bahwa berbagai komponen pendukung pengembangan TSTH2 telah tersedia. Tantangan selanjutnya adalah memastikan implementasi berjalan secara terintegrasi dan kolaboratif.
“Semua pihak harus berperan dalam satu kerja tim yang solid agar program ini berjalan optimal,” tambahnya.

Usai rapat, Wamen Ossy bersama Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki dan sejumlah perwakilan kementerian/lembaga meninjau greenhouse pembibitan di kawasan tersebut.

Di dalam greenhouse, terdapat berbagai tanaman hortikultura dan herbal, seperti kentang, bawang, cabai, serta tanaman obat, yang menjadi bagian dari penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional.

Turut mendampingi dalam kegiatan ini, Direktur Jenderal Penataan Agraria Embun Sari dan Kepala Kantor Wilayah BPN Sumatera Utara Sri Pranoto beserta jajaran.

Editor: AbangKhaM

Silahkan Berbagi: