Daerah

Konflik Dua Desa di Halteng Memanas, Pemuda Muhammadiyah Desak Polri Bertindak Transparan

Ternate – Di tengah dinamika sosial yang kian kompleks, konflik antarwarga kembali terjadi di Maluku Utara. Kali ini, ketegangan dilaporkan terjadi di dua desa, yakni Banemo dan Sebenpopo, Kabupaten Halmahera Tengah.

Menanggapi situasi tersebut, Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Maluku Utara menyampaikan sikap tegas. Ketua PWPM Maluku Utara, Muhammad Fadly, mendesak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) agar menangani kasus tersebut secara objektif, profesional, dan transparan.

Pernyataan itu disampaikan pada Jumat (3/4/2026), menyusul meningkatnya perhatian publik terhadap konflik yang terjadi di kedua desa tersebut.

Baca Juga: Sejarah Baru! Prof Ranita Rope Resmi Jadi Rektor Perempuan Pertama di Maluku Utara

Menurut Fadly, proses penanganan kasus harus dilakukan secara terbuka agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas dan akurat, sehingga tidak memicu spekulasi yang dapat memperkeruh keadaan.

“Kami meminta Polri agar serius menyelesaikan kasus ini secara objektif dan profesional, serta menyampaikan perkembangan penanganannya secara terbuka kepada publik,” tegasnya.

Ia menambahkan, transparansi dalam penanganan kasus merupakan bentuk akuntabilitas kepada masyarakat sekaligus langkah penting untuk menjaga kepercayaan publik.

Baca Juga: Gempa M 7,6 Guncang Ternate, BMKG Sempat Keluarkan Peringatan Tsunami

Selain itu, PWPM Maluku Utara juga mengimbau seluruh pihak untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah persatuan dan persaudaraan yang selama ini telah terjalin.

Masyarakat juga diminta untuk tidak menyebarluaskan foto maupun video kerusuhan, karena dinilai dapat memperparah situasi dan memicu ketegangan baru di tengah masyarakat.

PWPM berharap seluruh elemen masyarakat dapat menahan diri serta bersama-sama menjaga kondusivitas daerah demi terciptanya keamanan dan ketertiban.

Reporter: Sadam A.
Editor: AbangKhaM

Silahkan Berbagi: