Nusron Serahkan Sertipikat Wakaf dan Bantuan Rp500 Juta untuk Masjid Terdampak Bencana di Aceh Tamiang
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menyerahkan sertipikat tanah wakaf untuk Masjid Salman Alfarisi di Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (23/07/2026). Pada kesempatan yang sama, ia juga menyalurkan bantuan tahap awal sebesar Rp500 juta untuk pembangunan kembali masjid yang terdampak bencana hidrometeorologi 2025.
Nusron menjelaskan, bantuan tersebut merupakan amanah dari para donatur yang dihimpun melalui Majelis Ulama Indonesia (MUI), bukan bantuan pribadi.
Baca Juga: Usai Lumpuh Akibat Bencana, Kantah Aceh Tamiang Kembali Beroperasi, Nusron Dorong Digitalisasi Arsip
“Saya hadir bukan hanya sebagai Menteri ATR/Kepala BPN, tetapi juga mewakili MUI untuk menyampaikan amanah para donatur. Ini adalah titipan yang harus disalurkan dan dipertanggungjawabkan dengan baik,” ujarnya.
Sebagai Ketua MUI Bidang Penanggulangan Bencana, Nusron menyebutkan bahwa Masjid Salman Alfarisi ditetapkan sebagai salah satu penerima bantuan rehabilitasi rumah ibadah di Provinsi Aceh. Total bantuan yang akan disalurkan mencapai Rp2 miliar dan diberikan secara bertahap sesuai perkembangan pembangunan.
“Hari ini kami serahkan tahap awal sebesar Rp500 juta. Selanjutnya akan mengikuti progres pembangunan di lapangan,” jelasnya.
Selain menyerahkan bantuan, Nusron juga meninjau sejumlah titik pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang, termasuk Kantor Pertanahan setempat dan lokasi hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak.
Baca Juga: Wabup Halut Resmi Luncurkan Peta Jalan Literasi 2026–2030, Targetkan SDM Unggul dan Berdaya Saing
Dalam sektor pertanahan, Kementerian ATR/BPN turut mendukung proses rehabilitasi melalui penyiapan lahan huntap, penerbitan sertipikat pengganti bagi dokumen yang hilang atau rusak, serta penyusunan skema konsolidasi tanah di kawasan terdampak perubahan fisik akibat bencana.
Kolaborasi antara pemerintah, MUI, dan berbagai pihak diharapkan mampu mempercepat pemulihan menyeluruh, tidak hanya dari sisi infrastruktur dan pertanahan, tetapi juga kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi; Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol, Achmad; Tenaga Ahli Bidang Komunikasi Publik, Rahmat Sahid; Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Aceh, Arinaldi; serta Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Tamiang, Husni.
Editor: AbangKhaM
