Nasional

Menteri Nusron Buka PRESTASI: ASN ATR/BPN Diminta Utamakan Kemudahan bagi Masyarakat

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menegaskan bahwa setiap aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian ATR/BPN harus memiliki semangat untuk mempermudah urusan masyarakat.

Hal itu disampaikan Nusron saat membuka Pelatihan Refleksi dan Aktualisasi Integritas (PRESTASI) yang diikuti 40 ASN Kementerian ATR/BPN di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) ATR/BPN, Cikeas, Selasa (11/8/2026).

“Semangat kita adalah mempermudah rakyat. Kenapa kita harus mempermudah rakyat? Karena birokrasi memang dibuat untuk mempermudah,” ujar Nusron.

Baca Juga: Sambut HUT RI ke-81, ASN Kantah Halteng Turun Cat Bahu Jalan Bersama Pemda

PRESTASI untuk pertama kalinya digelar Kementerian ATR/BPN bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat integritas ASN melalui pendidikan antikorupsi.

Angkatan pertama PRESTASI diikuti 40 peserta yang terdiri atas Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) BPN.

Nusron mengatakan, semangat memberikan kemudahan kepada masyarakat harus diwujudkan melalui perilaku aparatur dalam menjalankan tugas sehari-hari. Hal tersebut dinilai penting karena sekitar 75–80 persen tugas pokok Kementerian ATR/BPN berkaitan dengan pelayanan publik, khususnya di bidang pertanahan dan tata ruang.

Ia menilai penguatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu kunci dalam transformasi pelayanan yang tengah dilakukan Kementerian ATR/BPN.

Baca Juga: Ratusan Bibit Ditanam di Pesisir Mabapura, Kolaborasi HPMM–Antam Lawan Abrasi

“Dengan adanya pelatihan ini saya sangat sungguh gembira karena terkait dengan transformasi pelayanan yang sudah dan sedang kita lakukan. Kunci dari transformasi pelayanan yang saat ini kita kerjakan adalah dua S, yaitu Sistem dan Sinten (SDM). Pelatihan kali ini meningkatkan kualitas Sinten,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo menjelaskan, PRESTASI diarahkan untuk membangun mentalitas dan moralitas ASN agar memiliki komitmen kuat untuk tidak melakukan korupsi, termasuk ketika memiliki kesempatan untuk melakukannya.

Menurutnya, pemberantasan korupsi dilakukan melalui tiga pendekatan, yakni pendidikan, pencegahan, dan penindakan. Pendidikan antikorupsi menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun integritas aparatur negara.

“Integritas itu harus ditunjukkan dengan perbuatan. Apa yang kita katakan benar, ya benar. Apa yang kita katakan salah, ya salah. Apa yang kita katakan di depan, jangan korupsi, di belakang juga kita tidak boleh korupsi. Itu namanya berintegritas,” tutur Ibnu.

Baca Juga: Trans Kie Raha Jadi Proyek Prioritas 2027, Gubernur Sherly: Kunci Besar Ekonomi Malut

Melalui PRESTASI, Kementerian ATR/BPN bersama KPK mendorong agar nilai-nilai integritas tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi diterapkan dalam pelaksanaan tugas dan setiap pengambilan keputusan.

Penguatan tersebut diharapkan mampu membentuk budaya kerja ASN yang profesional, berintegritas, antikorupsi, serta berorientasi pada kemudahan dan kepuasan masyarakat dalam memperoleh pelayanan pertanahan dan tata ruang.

Dalam kegiatan tersebut, Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid didampingi Sekretaris Jenderal ATR/BPN Dalu Agung Darmawan dan Inspektur Jenderal ATR/BPN Pudji Prasetijanto. Turut hadir Direktur Pendidikan dan Pelatihan Antikorupsi KPK, Yonathan Demme Tangdilintin.

Editor: AbangKhaM

Silahkan Berbagi: