Akses Terputus! Pemkab Halut Turunkan Dua Excavator Buka Jalan Longsor Menuju Doitia
Halut – Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara (Halut) mengerahkan dua unit alat berat jenis excavator ke wilayah terdampak banjir dan longsor di Kecamatan Loloda Utara, Senin (19/01/2026) pagi.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya membuka kembali akses jalan darat yang tertutup material longsor di sejumlah titik, khususnya jalur menuju Desa Doitia yang mengalami kerusakan cukup parah.
Wakil Bupati Halmahera Utara, Dr. Kasman Hi. Ahmad, S.Ag., M.Pd, mengatakan pengerahan alat berat merupakan langkah cepat pemerintah daerah dalam penanganan bencana sekaligus membuka jalur distribusi logistik dan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak.
“Akses jalan darat tertutup material longsor dan luapan banjir dengan skala yang cukup luas. Kondisi ini menghambat penyaluran bantuan dan menyulitkan tim penanggulangan bencana untuk menjangkau lokasi terdampak,” ujar Kasman.
Baca Juga: Elektabilitas Sherly Tjoanda Melonjak! Masuk 10 Besar Cawapres 2029, Ungguli Mahfud MD & Gibran
Menurutnya, setelah dilakukan kajian teknis di lapangan, akses jalan darat dinilai masih memungkinkan untuk dibuka kembali. Karena itu, pemerintah daerah memutuskan menggerakkan alat berat guna membersihkan material longsor sekaligus membuka jalur alternatif menuju wilayah terdampak banjir dan longsor di Loloda Utara.
Sasaran utama pembukaan akses jalan adalah Desa Doitia. Namun, sebelum menuju desa tersebut, alat berat akan difokuskan terlebih dahulu di Desa Tate untuk melakukan pembersihan dan penataan ruas jalan yang rusak, sebelum dilanjutkan ke titik akhir di Doitia.
Kasman menegaskan, langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab dan komitmen Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara dalam memastikan keselamatan masyarakat serta pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak bencana dapat segera dijangkau.
Baca Juga: Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp95 Ribu di Maluku Utara! Ini Daftar Lengkap Harga Pangan Hari Ini
Selama ini, penyaluran bantuan hanya dapat dilakukan melalui jalur laut. Namun, kondisi cuaca yang tidak menentu kerap memperlambat distribusi logistik. Pemerintah menilai jalur darat akan jauh lebih efektif apabila akses jalan berhasil dipulihkan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Halmahera Utara, Wiliam Jesayas, menyampaikan bahwa proses pembersihan dan pembukaan akses jalan ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu singkat.
“Jika tidak ada kendala berarti, kami optimistis dalam waktu kurang dari lima hari akses jalan darat sudah bisa kembali digunakan oleh masyarakat,” ungkapnya.
Reporter: Sadam A.
Editor: AbangKhaM
