Daerah

Jeritan Petani Subaim: Terdampak Banjir Lumpur, SPI Haltim Salurkan Bantuan

Haltim – Serikat Petani Indonesia Cabang Halmahera Timur (SPI Haltim) melaksanakan kegiatan penggalangan dan penyaluran bantuan kemanusiaan bagi petani terdampak banjir lumpur yang diduga berasal dari limbah tambang di Desa Subaim, Kecamatan Wasile, Kabupaten Halmahera Timur.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, sejak 14 hingga 17 Mei 2026. Aksi solidaritas tersebut merupakan inisiatif organisasi yang mengajak berbagai pihak untuk peduli terhadap kondisi petani terdampak. Namun, bantuan yang berhasil dihimpun sebagian besar berasal dari dukungan Pengurus Pusat SPI sebagai bentuk solidaritas antar petani.

Ketua DPC SPI Haltim, Nurhakiki, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian terhadap petani yang mengalami kerusakan kebun, kehilangan hasil panen, serta terganggunya aktivitas pertanian akibat banjir lumpur yang membawa material hingga ke lahan dan permukiman.

Baca Juga: Ditahan Persita 1-1, Malut United Gagal Menang di Kandang Meski Dominan!

“Bantuan ini difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dasar petani terdampak sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di tengah tekanan ekonomi,” ujarnya.

Dari hasil penggalangan, terkumpul dana sebesar Rp2.500.000 yang kemudian digunakan untuk pengadaan kebutuhan pokok dan bantuan darurat. Seluruh bantuan disalurkan langsung kepada petani di Desa Subaim secara terbuka dan terdata.

Selain penyaluran bantuan, SPI Haltim juga melakukan dialog langsung dengan masyarakat guna memastikan kondisi di lapangan. Dalam pertemuan tersebut, petani menyampaikan berbagai persoalan, mulai dari kerusakan kebun, hilangnya hasil panen, hingga kekhawatiran terhadap kualitas tanah dan sumber air pascabencana.

Nurhakiki menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar bantuan darurat, tetapi juga upaya membangun solidaritas dan memperkuat hubungan antarpetani.

Baca Juga: Meriah! MTQ Haltim XII Berakhir, Ini Daftar Juaranya

“Petani tidak boleh menghadapi situasi sulit ini sendirian. Solidaritas harus terus dijaga agar semangat gotong royong tetap hidup,” tegasnya.

Ke depan, SPI Haltim juga mendorong penguatan organisasi petani dalam mendokumentasikan kondisi lapangan secara partisipatif, sekaligus merancang langkah pemulihan berbasis agroekologi bersama masyarakat.

Pihaknya berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian serius terhadap pemulihan lingkungan serta keberlanjutan kehidupan petani di Desa Subaim.

Reporter: RaIsa
Editor: AbangKhaM

Silahkan Berbagi: