Nasional

Nusron Wahid Ajak Mahasiswa Kawal Kebijakan Berbasis Pancasila

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menegaskan bahwa pejabat publik harus terbuka terhadap kritik dan masukan masyarakat sebagai bagian dari upaya memperbaiki kualitas kebijakan.

Hal tersebut disampaikan Nusron saat menjadi pembicara dalam kegiatan “KOPDAR Bareng Mas Dar” bertajuk Pancasila Pemersatu Bangsa Indonesia yang digelar Total Politik di Auditorium Joglo GIK, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Senin (15/06/2026).

“Kalau pejabat tidak mau dicaci maki, maka sesungguhnya tidak lulus menjadi pejabat publik. Saya ingin kebijakan saya lebih baik, maka saya harus mendengarkan keluhan masyarakat,” tegas Nusron di hadapan peserta yang didominasi mahasiswa.

Baca Juga: Harga Pertamax Melonjak, Mahasiswa Ternate Turun ke Jalan Bawa 13 Tuntutan!

Dalam dialog terbuka tersebut, Nusron mengajak mahasiswa menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk dalam penyelenggaraan pemerintahan. Ia menilai keterbukaan terhadap kritik merupakan implementasi nyata nilai Pancasila dalam perumusan kebijakan publik.

“Di bulan Pancasila ini, kita harus evaluasi, apakah kebijakan yang diambil sudah sesuai atau belum. Kalau belum, mari kita koreksi bersama,” ujarnya.

Kegiatan yang berlangsung pada Senin malam itu juga bertepatan dengan momentum Tahun Baru Islam. Nusron mengajak peserta menjadikan momen tersebut sebagai sarana refleksi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

“Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka dia termasuk orang yang beruntung,” katanya.

Ossy Dermawan Dorong “One Land Tenure System”, Solusi Atasi Konflik Lahan dan Tumpang Tindih Kawasan Hutan

Menurut Nusron, prinsip perbaikan berkelanjutan tidak hanya berlaku bagi individu, tetapi juga dalam tata kelola pemerintahan. Ia menegaskan bahwa setiap kebijakan harus terus dievaluasi agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang dinamis.

“Karena saya ingin beruntung, maka kebijakan yang saya buat harus lebih baik dari sebelumnya,” tambahnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko. Dialog sempat berlangsung sekitar 30 menit sebelum dihentikan karena situasi yang kurang kondusif.

Dalam kesempatan tersebut, Nusron juga didampingi sejumlah pejabat Kementerian ATR/BPN serta Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Sepyo Achanto, beserta jajaran.

Editor: AbangKhaM

Silahkan Berbagi: