Daerah

Harga Pertamax Melonjak, Mahasiswa Ternate Turun ke Jalan Bawa 13 Tuntutan!

Ternate – Aliansi mahasiswa di Kota Ternate menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Perwakilan dan Rumah Dinas Wakil Gubernur Maluku Utara, yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Tanah Raja, Kecamatan Ternate Tengah, Senin (15/6/2026).

Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Berjuang Bersama Masyarakat (BBM) tersebut menyuarakan berbagai tuntutan di tengah tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat.

Dalam aksi tersebut, massa menyoroti dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya jenis non-subsidi Pertamax, yang dinilai memicu kenaikan harga bahan pokok serta membebani berbagai sektor ekonomi.

Baca Juga: Pemkab Haltim Gandeng Kampus Lokal,Dorong SDM dan Percepatan Pembangunan

Mereka menyebut, kenaikan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.650 per liter pada 10 Juni 2026 memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat, terutama bagi pelaku UMKM, nelayan, petani, pekerja sektor jasa, serta masyarakat yang bergantung pada kendaraan pribadi.

Menurut massa aksi, lonjakan harga energi turut memicu kenaikan biaya produksi dan distribusi, yang pada akhirnya berimbas pada harga kebutuhan pokok di pasar.

“Dampak paling terasa ada pada ruang-ruang domestik masyarakat kecil, seperti dapur rumah tangga, lapak pedagang kaki lima, hingga aktivitas petani dan nelayan,” ujar salah satu orator.

Baca Juga: Teken MoU dengan Kampus Top Dunia, Muhammadiyah Perkuat Riset dan SDM

Selain isu ekonomi, massa aksi juga membawa sejumlah tuntutan lain, baik di tingkat nasional maupun daerah, di antaranya:

  1. Cabut UU Polri
  2. Kembalikan militer ke barak
  3. Hentikan program MBG dan KMP
  4. Wujudkan reforma agraria sejati dan industrialisasi nasional
  5. Tuntaskan kasus pembunuhan di Haltim dan Halteng
  6. Wujudkan pendidikan gratis, ilmiah, dan demokratis
  7. Tertibkan pedagang dan pengecer BBM di Ternate
  8. Tolak pengelolaan Pulau Moort, Liwo, dan Sayafi oleh PT IWIP sebagai basis pariwisata
  9. Hentikan kriminalisasi aktivis
  10. Adili pelaku pelanggaran HAM
  11. Wujudkan demokrasi yang substantif
  12. Segera bentuk regulasi pengendalian harga komoditas kelapa, cengkeh, dan pala
  13. Dorong pengembangan industri rumah tangga berbasis komoditas lokal di Maluku Utara

Aksi berlangsung dengan pengawalan dari Satpol PP dan aparat Kepolisian. Secara umum, kegiatan berjalan tertib dan lancar hingga selesai.

Reporter: Sadam A.
Editor: AbangKhaM

Silahkan Berbagi: