Dipanggil Polda Malut, IKA Togale Halsel Siap Bongkar Kasus Dugaan Pelecehan Tarian Cakalele
Halsel – Penanganan laporan dugaan penghinaan dan pelecehan terhadap budaya adat tarian Cakalele memasuki babak baru. Pengurus Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Togale Halmahera Selatan (Halsel) bersama Ketua Bidang Hukum dijadwalkan memenuhi panggilan penyidik Polda Maluku Utara untuk memberikan keterangan sebagai saksi, Sabtu (4/7/2026).
Ketua Bidang Hukum IKA Togale Halsel, Suwarjono Buturu, mengungkapkan bahwa informasi terkait agenda pemeriksaan tersebut diterima melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Halmahera Selatan.
Menurut Suwarjono, pemanggilan ini merupakan bagian dari proses penyelidikan atas laporan dugaan penghinaan dan pelecehan terhadap tarian adat Cakalele yang sebelumnya telah dilaporkan oleh pihak IKA Togale.
“Kami menghormati seluruh proses hukum yang sedang berjalan dan siap memberikan keterangan berdasarkan fakta serta bukti yang kami miliki,” ujarnya.
Ia juga berharap agar penyidik dapat bekerja secara profesional, objektif, dan transparan, sehingga penanganan perkara ini mampu memberikan kepastian hukum bagi semua pihak.
Lebih lanjut, Suwarjono menegaskan bahwa kehadiran pengurus IKA Togale bersama tim hukum merupakan bentuk komitmen organisasi dalam mengawal proses hukum sekaligus menjaga kehormatan tarian Cakalele sebagai warisan budaya masyarakat Maluku Utara.
Usai menjalani pemeriksaan di Polda Maluku Utara, pengurus IKA Togale bersama Ketua Bidang Hukum dijadwalkan akan menyampaikan keterangan resmi kepada awak media terkait hasil pemeriksaan serta perkembangan kasus tersebut.
IKA Togale menegaskan akan terus mengawal proses hukum hingga tuntas sebagai bagian dari komitmen menjaga kehormatan budaya adat dan warisan leluhur.
Selain itu, organisasi tersebut juga mengimbau masyarakat untuk tetap menghormati seluruh tahapan proses hukum, menjaga situasi tetap kondusif, serta tidak membangun opini yang dapat memengaruhi jalannya penyelidikan sebelum adanya hasil resmi dari aparat penegak hukum.
Reporter: Tim Malut Center
Editor: AbangKhaM
