Olahraga

Inggris vs Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026: Statistik Unggul, Tapi Trauma Sejarah Belum Hilang

Inggris dan Argentina kembali dipertemukan di panggung terbesar sepak bola dunia. Laga semifinal Piala Dunia 2026 bukan sekadar perebutan tiket ke final, tetapi juga menghidupkan kembali salah satu rivalitas paling bersejarah dalam sepak bola internasional.

Secara statistik, Inggris masih unggul dalam rekor pertemuan (head to head) atas Argentina. Dari total 15 laga resmi di berbagai ajang, The Three Lions mencatatkan enam kemenangan, Argentina meraih empat kemenangan, sementara lima pertandingan lainnya berakhir imbang.

Meski demikian, angka-angka tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan besarnya cerita di balik setiap pertemuan kedua tim.

Baca Juga: Jangan Bingung! Ini Cara Cek Biaya Urus Sertifikat Tanah Resmi dari ATR/BPN

Dalam sejarah pertemuan, Inggris lebih dominan dengan sejumlah kemenangan penting, baik di laga persahabatan maupun turnamen resmi.

Beberapa kemenangan krusial Inggris di antaranya:

  • Inggris 3-1 Argentina (Piala Dunia 1962)
  • Inggris 1-0 Argentina (Perempat Final Piala Dunia 1966)
  • Inggris 1-0 Argentina (Fase Grup Piala Dunia 2002)

Keunggulan ini menjadi modal psikologis bagi skuad asuhan Thomas Tuchel jelang semifinal 2026.

Namun, ketika berbicara tentang momen paling ikonik, Argentina justru memiliki catatan yang membekas dalam sejarah sepak bola dunia.

Baca Juga: Bupati Halut Tegas: Tidak Ada PPPK Dirumahkan di Tengah Keterbatasan Anggaran

Pertemuan paling legendaris terjadi pada perempat final Piala Dunia 1986 di Meksiko.

Diego Maradona mencetak gol kontroversial menggunakan tangan yang dikenal sebagai “Hand of God”. Meski tayangan ulang menunjukkan pelanggaran, gol tersebut tetap disahkan oleh wasit.

Tak lama berselang, Maradona mencetak gol spektakuler setelah menggiring bola melewati lima pemain Inggris sebelum menaklukkan kiper Peter Shilton. Gol itu kemudian dinobatkan FIFA sebagai “Goal of the Century”.

Argentina menang 2-1 dalam laga tersebut, menciptakan salah satu momen paling bersejarah di Piala Dunia.

Baca Juga: Open House Sekolah Rakyat Haltara, Bupati Ajak Orang Tua Tak Ragu Sekolahkan Anak

Rivalitas kembali memanas pada Piala Dunia 1998 di Prancis. David Beckham menerima kartu merah usai insiden dengan Diego Simeone, yang membuat Inggris tersingkir lewat adu penalti.

Empat tahun kemudian, Beckham membalas dengan mencetak gol penalti kemenangan saat Inggris mengalahkan Argentina 1-0 di Piala Dunia 2002.

Rivalitas kedua negara tidak lepas dari sejarah hubungan politik, khususnya pasca Perang Falklands (Malvinas) pada 1982. Sejak saat itu, setiap pertemuan di lapangan hijau selalu sarat tensi tinggi.

Baca Juga: Head to Head Unggul, Spanyol Tantang Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026

Meski generasi pemain saat ini tidak mengalami langsung peristiwa tersebut, atmosfer pertandingan tetap terasa berbeda dengan tekanan besar dari suporter dan sorotan media.

Inggris datang dengan keunggulan statistik dan performa yang konsisten sepanjang turnamen. Di sisi lain, Argentina dikenal sebagai tim yang kerap tampil efektif dalam laga besar.

Sejarah membuktikan Albiceleste mampu memenangkan pertandingan penting meski tidak selalu unggul dalam statistik.

Baca Juga: Viral! Nobar Piala Dunia di Ternate Masuk Akun Resmi FIFA, Jadi Sorotan Dunia

Karena itu, semifinal Piala Dunia 2026 diprediksi akan menjadi duel penuh gengsi. Inggris membawa keunggulan angka, sementara Argentina membawa sejarah dan mental juara.

Satu hal yang pasti, setiap pertemuan Inggris dan Argentina tidak pernah sekadar tentang 90 menit pertandingan. Ini adalah duel dua negara dengan sejarah panjang, rivalitas abadi, dan ambisi besar untuk melangkah ke final Piala Dunia.

Editor: AbangKhaM

Silahkan Berbagi: