Daerah

Ambil Rp.50 Juta, Oknum Anggota Polda Malut Diduga Tipu Sejumlah Calon Siswa Polri Tahun 2025!

Ternate – Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol Waris Agono akan menindak tegas polisi yang melanggar kode etik kepolisian.

Hal itu disampaikan Kapolda, usai dimintai keterangan atas kasus dari oknum polisi yang menipu orang tua calon siswa (casis) Polri tahun 2025.

“Tidak ada tempat yang baik untuk oknum penipu di tubuh Polri, oknum seperti ini harus dibersihkan, kami tidak main-main,” jelas Kapolda.

Baca Juga: Begini Harapan Bupati Halmahera Utara Saat Peringati HUT Kabupaten Yang ke-22 Tahun!

“Saya sudah janji, yang seperti ini akan saya sikat. Jangan percaya dengan oknum seperti itu, jika ada segera lapor ke Propam,” lanjutnya tegas.

Diketahui, oknum Anggota Polda Malut inisial MA alias Amrul, menipu sejumlah orang tua casis dengan menjanjikan kelulusan tes hingga jadi anggota polisi.

Sebagaimana disampaikan Hadi, salah satu orang tua casis. Hadi bilang MA mendatanginya di kediaman dan meminta sejumlah uang serta mengiming-imingi kelulusan anaknya untuk menjadi polisi.

“Dia meminta, kami kasih uang Rp50 juta. Uang itu pun kami serahkan sesuai bukti kuitansi yang ada,” ungkap Hadi kepada awak media. (01/06)

Baca Juga: Belajar Dari Minamata: Mencegah Tragedi Lingkungan di Maluku Utara

“Sesuai catatan kuitansi yang ditandangani Brigpol AM, itu tanggal 17 Maret 2025, oknum polisi mendatangi tempat tinggal kami di Kelurahan Soa dan mengambil uang,” lanjut Hadi.

Dijelaskan oleh Hadi, AM berjanji apabila casis yang sudah menyetorkan uang tetapi tidak lulus, maka 100 persen uangnya akan dikembalikan.

“Kami sudah hubungi untuk kembalikan uang, tapi dia beralasan bahwa semua uang sudah setor ke tim jadi akan dia upayakan untuk secepatnya dikembalikan, namun begitu sudah masuk dua bulan nomor handphone AM sudah tidak aktif,” ujar Hadi.

Tak sampai disitu, Hadi pun mencoba beberapa kali mendatangi rumah AM dan bertemu dengan orang tua beserta istri AM, namun berdasarkan keterangan keluarganya, AM tak lagi pulang ke rumah.

Baca Juga: Malut United: Ketika Sepak Bola Menjadi Nyanyian dari Timur

Informasi yang diterima media ini, sudah dua bulan terakhir, AM yang bertugas di bagian SDM Polda Malut meninggalkan tugasnya.

Selanjutnya, Kapolda mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah tergiur dengan janji kelulusan, dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Dirinya juga meminta dukungan masyarakat untuk menciptakan proses seleksi Polri yang bersih, transparan, akuntabel, dan humanis.

“Saya saja tidak bisa luluskan casis, apalagi hanya anggota biasa. Jangan percaya dengan janji-janji yang tidak masuk akal, andalkan usaha, belajar giat, serta doa kepada Allah SWT. Kami butuh dukungan masyarakat agar proses seleksi ini berjalan tanpa kecurangan, dan segera laporkan jika menemukan indikasi pelanggaran,” tutup Kapolda. (TMC)

Editor: AbangKhaM

Silahkan Berbagi: