Air Romonli Tercemar Lumpur Operasi Tambang, Mahasiswa Ini Sebut Warga Dipaksa Minum Lumpur!
Haltim – Sumber air yang ada di sungai Romonli, Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), Kecamatan Kota Maba kini tak bisa lagi digunakan.
Pasalnya, air bersih yang sering digunakan untuk kebutuhan sehari-hari warga Desa Soa Sangaji dan Soa Laipoh kini telah berubah warna menjadi kecoklatan dan penuh lumpur.
Kepada media ini, Ketua Umum Himpunan Pelajar Mahasiswa Mabapura (HPMM), Baswan Latawan mengatakan tercemarnya air Romonli tersebut diakibatkan aktifitas pembuatan jalan hauling yang diduga dilakukan oleh PT. SDA (Sumber Daya Arindo) dan PT. FERRO NIKEL (FENI).
Baca Juga: Firman Soebagyo Dukung Menteri ESDM Tindak Tegas Perusahaan Perusak Lingkungan di Raja Ampat
“Peristiwa ini kami menduga tidak lain tidak bukan adalah keterlibatan perusahan PT. SDA (Sumber Daya Arindo) dan PT. FERRO NIKEL (FENI) selaku pemegang ijin usaha pertambangan (IUP).” Sebut Baswan. (08/06)
Diceritakan, pada tanggal 2 Juni 2025, warga mengetahui kondisi air itu penuh lumpur ketika mengalirinya ke dalam bak mandi. Saat ditelusuri ke sumber penampungan air yang berjarak 4 kilometer dari pemukiman, warga menemukan adanya aktifitas pembuatan jalan hauling selebar 40 meter.
“Hasil pengamatan warga mengungkap fakta yang memilukan, sumber air mereka tercemar atas aktifitas pembuatan jalan hauling selebar 40 meter, yang kemudian itu membentang memotong lembah air yang berjarak sekitar 2 kilo meter dari penampungan air.” Jelas Baswan, Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Khairun.
Baca Juga: Peringati Idul Adha 1446 Hijriah, Karyawan PT. SGM Berbagi Ratusan Kantung Hewan Kurban!
Menurut Baswan, aktifitas pertambangan yang kemudian merugikan masyarakat, mestinya dipertanggungjawabkan. Tambang yang jelas-jelas mengancam kehidupan masyarakat harus dihentikan bukan dinegosiasikan. Negara harus hadir sebagai pelindung, bukan penonton dan turut terlibat atas kehancuran yang perlahan menggorogoti hulu kehidupan mereka. Pungkas Baswan dengan kesal.
Bagi Baswan, air bersih bukan sekedar fasilitas, ia adalah urat nadi kehidupan. Ketika warga dipaksa meminum lumpur akibat rakusnya industri, maka tercemar bukan hanya sungai tapi juga nurani kita sebagai anak negeri. Pungkasnya tanpa ragu. (TMC)
Editor: AbangKhaM
