Forum Moeda Indonesia Menilai Ada Upaya Jatuhkan Kredibilitas Bahlil Soal Isu Raja Ampat
Ternate – Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (Depnas) Forum Moeda Indonesia (Formid), Abubakar Solissa menilai pemberitaan soal aktivitas pertambangan di Raja Ampat tidak dimuat secara utuh sehingga opini publik yang terbangun menjadi tidak objektif.
“Saya melihat opini yang berkembang saat ini seperti diorkestrasi dengan agenda tunggal, menyerang dan menghancurkan reputasi Bang Bahlil sebagai Menteri ESDM,” sebut Solissa dalam keterangannya. (08/06)
Abubakar menilai ada pihak-pihak tertentu yang ingin menjadikan isu Raja Ampat Papua sebagai upaya menjatuhkan kredibilitas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Baca Juga: Peringati Idul Adha 1446 Hijriah, Karyawan PT. SGM Berbagi Ratusan Kantung Hewan Kurban!
“Saya melihat isu ini sengaja di fabrikasi oleh kelompok tertentu untuk kepentingan politik, yakni menjatuhkan kredibilitas Bang Bahlil,” lanjut Solissa menerangkan.
Menurut Solissa, ijin pertambangan di Raja Ampat itu sudah dimulai dari tahun 2017 jauh sebelum Bahlil masuk dalam Kabinet.
“Izin tambang ini kan sudah dilakukan jauh sebelum Bang Bahlil masuk kabinet. Waktu itu beliau masih menjabat sebagai Ketum BPP HIPMI,” tuturnya.
Baca Juga: Anggota DPRD Haltim Ingkar Janji, Dinilai Tidak Mampu Emban Amanah Rakyat!
Terpisah, Sekretaris Jenderal Depnas Formid, Syaf Lessy mengatakan, narasi yang dibangun hari ini di media sosial jauh dari fakta yang sebenarnya. Tidak ada sama sekali upaya untuk merusak destinasi pariwisata Raja Ampat oleh Bahlil Lahadalia selaku Menteri ESDM.
“Kalau kita lihat, posisi atau letak aktivitas pertambangan yang dilakukan oleh PT.GAG Nikel itu berada di Pulau GAG yang jaraknya dengan Pulau Piaynemo, pusat destinasi Raja Ampat 30 sampai 40 kilo meter jauhnya,” ungkap Lessy.
Baca Juga: Jalan Utama Tidak Terurus, Warga Susah Beraktifitas. Kades Minta Pemerintah Provinsi Tanggung Jawab!
Selain itu, Syaf Lessy dalam keterangannya menjelaskan, justru di era Bahlil menjabat sebagai Menteri ESDM inilah dia berani mengambil langkah tegas dengan membekukan sementara aktifitas pertambangan anak usaha PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam ini.
“Bang Bahlil sangat responsif dan terbuka dengan semua masukan. Ia bergerak turun ke lapangan mengcross check langsung serta berdialog dengan rakyat. Tak hanya itu, aktifitas pertambangan PT GAK langsung dibekukan olehnya,” tuturnya. (TMC)
Editor: AbangKhaM
