Daerah

Puluhan Tahun Beroperasi, Kontribusi Antam untuk PAD Haltim Masih Dipertanyakan!

Haltim – Meski telah beroperasi di Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) selama puluhan tahun, kontribusi PT Aneka Tambang (Antam) terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dinilai masih belum jelas. Isu ini mencuat setelah pada September 2022, Antam mulai membagi wilayah izin usaha pertambangan (IUP) di Haltim.

Berdasarkan dokumen resmi, Antam menerbitkan IUP Nomor 1105/1/IUP/PMDN/2022 untuk PT NKA di Moronopo dan SDA di Tanjung Buli. Praktis, saat ini Antam hanya mengelola tambang di Pulau Pakal. Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik soal keseriusan perusahaan milik negara itu dalam membangun hubungan strategis dengan daerah.

Baca Juga: Tiga Jurus Gubernur Sherly Wujudkan Ketahanan Pangan Malut, Ini Rinciannya!

Ketua Pemuda Pancasila Haltim, Lutfi Robo, menilai salah satu langkah yang tepat adalah melibatkan BUMD Perdana Cipta Mandiri dalam kerja sama usaha dengan Antam. Dengan pola tersebut, daerah bisa merasakan dampak langsung ke kas daerah melalui peningkatan APBD.

“Sejatinya BUMD adalah mata rantai yang bisa memastikan kontribusi Antam tercatat jelas dalam peningkatan PAD Haltim. Tanpa itu, sulit mengukur berapa besar manfaat yang masuk ke daerah, apalagi kalau dibandingkan dengan hasil tambang yang sudah dikeruk puluhan tahun,” kata Lutfi, Kamis (21/8/2025).

Mantan Ketum HMI Cabang Ternate ini menambahkan, meski Antam selama ini menyalurkan program CSR atau community development untuk masyarakat lingkar tambang, kontribusi tersebut tidak tercatat sebagai pemasukan resmi daerah. Akibatnya, peran Antam dalam mendongkrak PAD Haltim hampir tidak terlihat.

Baca Juga: Ketua DPRD Lantik Idham Sabtu, Lengkapi Formasi Dewan Kota Tidore 2024–2029

Kondisi ini juga menimbulkan kesan bahwa Antam baru memberi ruang bagi daerah di penghujung operasinya di Pulau Pakal.
“Kita tidak tahu sampai kapan Antam bertahan di Haltim. Jangan sampai di akhir-akhir masa operasi barulah daerah diberi ruang, itu pun terbatas,” tegasnya.

Masyarakat dan pemerintah daerah kini berharap Antam meningkatkan kemitraan dengan BUMD secara proporsional, agar kontribusi perusahaan terhadap pembangunan Haltim dapat diukur secara nyata, bukan hanya lewat program CSR yang sporadis.

Editor: AbangKhaM

Silahkan Berbagi: