Daerah

Bangkitkan Warisan Leluhur, Dorari Isa Resmi Jadi Kampung Bahasa Daerah Pertama di Ternate

Ternate – Kelurahan Dorari Isa, Kecamatan Pulau Hiri, resmi ditetapkan sebagai Kampung Rintisan Bahasa Daerah oleh Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Penetapan ini ditandai dengan kegiatan Pra Festival Pencanangan Rintisan Kampung Bahasa Daerah yang berlangsung di pelataran Kantor Kelurahan Dorari Isa, Rabu (3/9/2025).

Kepala Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara, Nukman, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah penting dalam upaya melestarikan bahasa daerah agar tidak tergilas oleh perkembangan zaman.

Baca Juga: Bupati Haltim Lepas 16 Anggota Satpol PP dan Damkar Ikuti Pelatihan Komcad di Ambon

“Revitalisasi bahasa daerah sebenarnya sudah dilaksanakan sejak tahun 2022. Bahkan, program ini sudah mulai diintervensikan ke dalam kurikulum pendidikan. Tahun ini, kami melaksanakan revitalisasi bahasa di 10 kabupaten/kota di Maluku Utara, dan khusus untuk rintisan kampung bahasa baru kami laksanakan di Kota Ternate,” ujar Nukman.

Ia menambahkan, bahasa daerah merupakan benteng terakhir identitas budaya, sehingga pelindungan dan pelestariannya menjadi tanggung jawab bersama.

“Harapannya, dari kegiatan ini seluruh elemen masyarakat dan pemerintah bisa melangkah bersama menjaga bahasa daerah. Semoga di kelurahan-kelurahan lain hal yang sama juga dapat dilakukan,” imbuhnya.

Baca Juga: Kabar Baik! RSUD Maba Bakal Dibanjiri Dokter Spesialis

Sementara itu, Kepala Kelurahan Dorari Isa, Ramli Ali, yang hadir mewakili Camat Pulau Hiri, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Balai Bahasa Maluku Utara atas dukungan dalam menjadikan Dorari Isa sebagai kampung rintisan bahasa.

“Bahasa daerah adalah identitas sekaligus warisan budaya yang sangat berharga bagi generasi sekarang maupun yang akan datang. Melalui rintisan Kampung Bahasa Daerah ini, kami berharap lahir ruang-ruang pembelajaran, praktik, dan kreativitas masyarakat dalam menggunakan bahasa daerah di berbagai aspek kehidupan,” tutur Ramli.

Ia menegaskan bahwa pemerintah kelurahan berkomitmen mendukung penuh program ini secara berkesinambungan dengan melibatkan masyarakat, pemuda, komunitas belajar, hingga lembaga pendidikan setempat.

Baca Juga: Teror di Gerbang Akademik: Represi Aparat di Area Kampus

“Mari kita jadikan bahasa Ternate bukan sekadar warisan, tetapi kebanggaan. Jika kita mencintainya, maka bahasa ini akan terus hidup di hati dan lidah generasi kita,” tandasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Kepala Balai Bahasa, perwakilan Tullamo Kesultanan Ternate, para lurah se-Kecamatan Pulau Hiri, tokoh adat, RT/RW, tokoh agama, serta masyarakat setempat. (red)

Editor: AbangKhaM

Silahkan Berbagi: