Pendidikan

“Pendidikan Sebagai Strategi Kebudayaan”: Ditulis Rektor UMMU, Begini Komentar Rektor Unkhair!

Halut – Wakil Bupati Halmahera Utara, Dr. Hi. Kasman Hi. Ahmad, S.Ag., M.Pd, resmi meluncurkan sekaligus mendiskusikan buku terbarunya berjudul “Pendidikan Sebagai Strategi Kebudayaan”, Jumat (5/9/2025). Acara berlangsung di kediaman dinas Wakil Bupati dan dihadiri langsung oleh Bupati Halut serta berbagai kalangan, mulai dari akademisi, mahasiswa, aktivis, hingga pegiat sosial.

Kasman yang dikenal aktif menulis di tengah kesibukannya sebagai pejabat publik ini, sebelumnya pernah menjabat Rektor Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) dua periode, Ketua ICMI Orda Malut, dan Ketua Pemuda Muhammadiyah Malut.

Baca Juga: Coklit Terbatas: Strategi KPU Haltim Jaga Kualitas Data Pemilih 2025

Diskusi buku ini menghadirkan Prof. Dr. Gufran Ali Ibrahim, guru besar antropologi sekaligus mantan Rektor Universitas Khairun, sebagai peninjau dan pembanding.

Dalam paparannya, Prof. Gufran menilai karya Kasman sarat dengan pertanyaan kritis seputar relasi pendidikan dan kebudayaan.

“Buku ini membuka diskursus baru tentang penggalian nilai-nilai lokal yang terkait dengan pemahaman masyarakat. Ia mendorong pembaca untuk melihat pendidikan bukan sekadar formalitas, tetapi juga sebagai strategi kebudayaan yang berakar pada komunitas lokal,” ujarnya.

Baca Juga: PT SGM Group Wujudkan Komitmen Kesejahteraan Karyawan lewat “Kantin SGM Bahagia”

Gufran juga menyinggung pandangan tokoh pendidikan Ivan Illich yang mengkritisi kegagalan pendidikan formal dan menawarkan konsep pendidikan berbasis komunitas. “Apa yang disebut ‘pangaji’ dalam tradisi lokal kita, sejatinya sudah lebih dulu menjadi bentuk pendidikan alternatif di luar sekolah,” tambahnya.

Menurutnya, buku ini menantang pembaca untuk lebih kritis dalam melihat realitas sosial, terutama di era serba digital yang kerap mengikis nalar budaya dan kebiasaan membaca mendalam.

Peluncuran buku tersebut berlangsung hangat dengan diskusi yang sengit. Hadirnya berbagai elemen masyarakat semakin menegaskan pentingnya pengembangan pendidikan berbasis budaya lokal di tengah derasnya arus globalisasi. (Sadam)

Editor: AbangKhaM

Silahkan Berbagi: