Opini

Indonesia Kaya Laut, Tapi Minim Ahli: Urgensi Perkuat Pendidikan Teknik Kelautan

PENTINGNYA PENDIDIKAN TEKNIK KELAUTAN DI INDONESIA
Oleh: Prof. Ir. W. Agoes Pratikto, M.Sc., Ph.D.
(PROFESOR OCEAN ENGINEERINGITS, SURABAYA)

Laut Indonesia mencakup dua pertiga wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kawasan laut dan perbatasan ini membutuhkan tenaga ahli yang kompeten di bidang ilmu dan teknologi kelautan untuk menjaga kedaulatan, mengelola sumber daya, dan memanfaatkan potensi ekonomi secara berkelanjutan.

Sejumlah kasus strategis – seperti Laut Tiongkok Selatan, Ambalat, Celah Timor, Natuna, Miangas, Arafuru, hingga wilayah perairan di utara Papua – menegaskan pentingnya penguatan SDM yang memahami teknologi dan rekayasa kelautan. Belum lagi kawasan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) 200 mil dari pulau-pulau terluar yang menyimpan potensi minyak, gas, dan perikanan bernilai tinggi. Ini adalah sumber ekonomi nasional yang harus dikelola secara profesional.

Baca Juga: “Tanah Leluhur Bukan Untuk Digadai!” Warga Sahu Ledek Kantor Bupati Tolak Geothermal Telaga Rano

Kesadaran akan pentingnya penguasaan ilmu kelautan mulai tumbuh sejak tahun 1980-an, ketika Kemendikbud mengembangkan program S1 Ocean Engineering (Teknik Kelautan) di ITB dan ITS, serta Ilmu Kelautan di sejumlah perguruan tinggi seperti UNRI, IPB, UNDIP, UNHAS, UNSRAT, dan UNPATTI. Program-program ini tidak hanya melahirkan SDM unggul, tetapi juga menghasilkan penelitian dan kegiatan operasional yang menjadi fondasi pengembangan teknologi kelautan Indonesia.

Program S1 Teknik Kelautan sendiri berfokus pada rekayasa struktur dan teknologi di lingkungan laut, seperti bangunan lepas pantai, infrastruktur pesisir, konservasi pantai, serta pengembangan industri minyak dan gas. Termasuk pula bidang strategis lain seperti pengangkatan harta karun bawah laut yang jumlah titiknya di Indonesia mencapai lebih dari 1.000 lokasi, serta teknologi penambangan material laut, termasuk pasir laut.

Untuk dapat diterima di perguruan tinggi seperti ITS, ITB, dan kampus lain yang membuka Program Teknik maupun Ilmu Kelautan, calon mahasiswa wajib memenuhi persyaratan akademik tertentu serta lulus seleksi masuk.

Baca Juga: UMMU Wisuda 338 Sarjana! Rektor Pamit, LLDIKTI: Semua Harus Digital & Bertaraf Internasional

Ke depan, stimulasi dan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan sangat dibutuhkan agar kekayaan sumber daya laut dapat dieksplorasi dan dieksploitasi secara optimal demi kesejahteraan bangsa. Tantangan di laut semakin kompleks, sebagaimana terlihat dalam berbagai dokumentasi dan video terkait kondisi bawah laut.

Semoga kita dapat terus berjalan seirama dengan program-program DIKTI, sehingga pengembangan pendidikan kelautan dapat berlanjut sesuai kebutuhan negara dan bangsa.

Terima kasih,
Widi A. Pratikto

Editor: AbangKhaM

Silahkan Berbagi: