Daerah

Kelangkaan Minyak Tanah Dikeluhkan Warga, Bupati Haltim Langsung Temui BPH Migas

Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) bergerak cepat menanggapi keluhan masyarakat terkait kelangkaan minyak tanah. Bupati Haltim, Ubaid Yakub, bersama Kepala Dinas Perindagkop, melakukan pertemuan dengan Komite Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kantor BPH Migas, Jakarta, Kamis (5/2/2026), guna mengusulkan penambahan kuota minyak tanah agar ketersediaan stok di daerah tetap terjaga.

Bupati Ubaid menjelaskan, keterbatasan stok minyak tanah telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, mengingat bahan bakar tersebut masih menjadi kebutuhan vital untuk aktivitas rumah tangga sehari-hari.

Baca Juga: PTSL 2026 Dikebut di Halteng, 1.000 Sertipikat Gratis Disiapkan untuk Warga

“Kehadiran kami di BPH Migas adalah bentuk tanggung jawab pemerintah daerah. Kami mengusulkan penambahan kuota minyak tanah karena kuota yang ada saat ini sudah tidak lagi relevan dengan peningkatan konsumsi masyarakat. Kami ingin memastikan tidak ada antrean panjang maupun kelangkaan BBM yang memberatkan rakyat,” tegas Ubaid Yakub.

Penambahan kuota ini dipandang sebagai solusi jangka pendek yang efektif untuk memutus rantai kelangkaan yang kerap terjadi di tingkat pangkalan. Dengan terpenuhinya kuota, harga minyak tanah di pasar diharapkan tetap terkendali sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), sehingga daya beli masyarakat tidak terganggu.

Baca Juga: Rektor Unkhair Lantik 23 Pejabat Baru, Tegaskan Akselerasi Kinerja dan Penguatan Tata Kelola Kampus

Bupati Ubaid menambahkan, Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur juga akan mengawal distribusi tambahan kuota tersebut agar tepat sasaran serta tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Ia berharap BPH Migas dapat segera memproses usulan tersebut sehingga distribusi minyak tanah di Halmahera Timur kembali normal dalam waktu dekat. Langkah ini sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi serta menekan potensi gejolak sosial akibat kelangkaan BBM.

Reporter: Tim Malut Center
Editor: AbangKahM

Silahkan Berbagi: