Rektor UMMU Beri Kuliah Pakar di UM Maluku, Bahas Krisis Global dan Masa Depan Pertanian Berkelanjutan
Ternate – Rektor Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU), Prof. Dr. Ranita Rope, SP., M.Sc., memberikan kuliah pakar di Universitas Muhammadiyah Maluku (UM Maluku), Rabu (04/03/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Rektorat Lantai 3 UM Maluku itu mengangkat tema “Krisis Global Ganda dan Masa Depan Pertanian Berkelanjutan.”
Kuliah pakar tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama akademik antara Universitas Muhammadiyah Maluku (UM Maluku) dan Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) sebagai sesama Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Selain mempererat hubungan kelembagaan, kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi pengetahuan antara civitas akademika kedua kampus.
Baca Juga: Nelayan Maluku Utara Didorong Manfaatkan KUR, Gubernur Sherly: Peluang Naik Kelas Terbuka
Wakil Rektor I UM Maluku, Dr. Andi Thamrin, SP., M.Si., mengatakan kolaborasi antar perguruan tinggi tidak seharusnya berhenti pada aspek administratif atau sekadar silaturahmi kelembagaan.
Menurutnya, kerja sama perlu diarahkan pada penguatan kolaborasi akademik lintas disiplin ilmu guna mendorong kemajuan di bidang pendidikan serta riset aplikatif.
“Kedepannya kita dapat mengembangkan kerja sama lintas disiplin ilmu yang bersifat aplikatif. Pertukaran sumber daya intelektual serta fasilitas menjadi kunci untuk menciptakan standar inovasi yang lebih tinggi dan relevan dengan kebutuhan industri masa depan,” ujar Andi Thamrin.
Ia juga menambahkan bahwa isu ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab mahasiswa di bidang pertanian semata, tetapi melibatkan berbagai disiplin ilmu.
Baca Juga: Warga Wasile Selatan Serbu Pangan Murah, Paket Sembako Rp50 Ribu dari Gubernur Disambut Antusias
Mahasiswa Perikanan, misalnya, berkontribusi dalam pemenuhan sumber protein hewani. Sementara mahasiswa Kehutanan berperan menjaga ekosistem hutan sebagai penyangga sumber air, dan mahasiswa FKIP memiliki peran strategis dalam menanamkan literasi pangan kepada generasi muda.
Sementara itu, Prof. Dr. Ranita Rope dalam kuliahnya menyoroti situasi global yang saat ini menghadapi tekanan ganda, yakni ketidakstabilan ekonomi dunia serta perubahan iklim yang semakin ekstrem.
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut generasi muda memiliki kesiapan dan standar kemampuan yang kuat agar mampu bertahan serta beradaptasi di tengah ketidakpastian global.
Reporter: Sadam A.
Editor: AbangKhaM
