Antisipasi Konflik Sosial, Polres Halmahera Utara Gelar Operasi Aman Nusa I 2026
Halut – Polres Halmahera Utara menggelar apel pasukan Operasi Aman Nusa I Tahun 2026 di halaman Mapolres Halmahera Utara, Selasa (7/4/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi potensi konflik sosial, sekaligus memberikan perlindungan, pelayanan, dan pengayoman kepada masyarakat agar situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif.
Apel mengusung tema “Meningkatkan Kesiapsiagaan Polri dalam Mengantisipasi Konflik Sosial guna Mewujudkan Kamtibmas yang Aman dan Kondusif di Wilayah Halmahera Utara.”
Baca Juga: 102 Desa Siap Pilih BPD, Sekda Ricky Chairul Richfat Tekankan Transparansi dan Kesiapan OPD
Amanat Kapolda Maluku Utara, Waris Agono, yang dibacakan oleh Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, menegaskan bahwa apel gelar pasukan ini merupakan bentuk kesiapan menghadapi potensi konflik sosial di wilayah Maluku Utara.
Kegiatan ini juga bertujuan memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, serta keterpaduan langkah antarinstansi dalam menghadapi dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Dalam amanat tersebut disampaikan bahwa Maluku Utara memiliki keragaman suku, agama, dan budaya yang menjadi kekuatan sekaligus potensi kerawanan jika tidak dikelola dengan baik.
Baca Juga: Puskesmas Kalumpang Mau Dipindah? DPRD Kota Ternate Minta Kejelasan, Jangan Ada yang Dikorbankan!
Sejumlah potensi konflik yang perlu diantisipasi antara lain konflik antarkelompok masyarakat, sengketa lahan, isu SARA, hingga penyebaran hoaks yang dapat memicu perpecahan.
“Penanganan konflik sosial harus dilakukan secara cepat, tepat, terukur, dan terpadu,” tegasnya.
Operasi Aman Nusa I 2026 merupakan operasi kontinjensi yang mengedepankan sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat. Dalam pelaksanaannya, personel diminta menjunjung tinggi profesionalitas, proporsionalitas, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia.
Selain itu, seluruh personel diinstruksikan untuk meningkatkan kewaspadaan dan deteksi dini, mengutamakan langkah preemtif dan preventif, serta memperkuat soliditas antarinstansi.
Baca Juga: 785 Warga Jadi Penerima, Program MBG Resmi Diluncurkan di Loloda Kedi
Keberhasilan operasi, lanjutnya, tidak hanya ditentukan oleh kekuatan personel dan peralatan, tetapi juga oleh tingkat kepercayaan masyarakat.
“Bangun komunikasi yang baik dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat guna menciptakan situasi yang kondusif,” pesannya.
Sementara itu, Bupati Halmahera Utara yang bertindak sebagai inspektur upacara menegaskan bahwa Operasi Aman Nusa harus dilaksanakan dengan mengedepankan sinergitas dan menjunjung tinggi prinsip profesional, proporsional, serta menghormati hak asasi manusia.
Melalui operasi ini, diharapkan situasi keamanan di wilayah Halmahera Utara tetap aman, damai, dan kondusif.
Reporter: Sadam A.
Editor: AbangKhaM
