Inspirasi

Dari Minyak Jelantah hingga Kurban, Ekspedisi Ini Ubah Wajah Desa Kalaodi

Tidore – Ekspedisi Seribu Pulau (ESP) ke-10 yang diselenggarakan oleh Yayasan Kapal Ekspedisi sukses meninggalkan jejak pengabdian dan pemberdayaan di Desa Kalaodi, Kecamatan Tidore Timur, Kota Tidore Kepulauan.

Kegiatan yang berlangsung sejak 19 Mei hingga 8 Juni 2026 ini mengusung tema “Cahaya Islam di Surga Rempah Nusantara” dan dipimpin oleh Project Leader Ahmad Khotibi. Tidak hanya menjalankan program pengabdian masyarakat, ekspedisi ini juga menghadirkan kebahagiaan bagi warga melalui penyaluran hewan kurban yang selama ini sangat terbatas di desa tersebut.

Melalui sosialisasi dan penggalangan infak, delegasi ESP #10 berhasil menghimpun dana untuk menyediakan satu ekor sapi dan dua ekor kambing kurban. Kehadiran hewan kurban ini menjadi momen berharga bagi masyarakat, mengingat pada tahun-tahun sebelumnya jumlah hewan kurban sangat terbatas, bahkan kerap tidak tersedia.

Baca Juga: Harga Pertamax Melonjak, Mahasiswa Ternate Turun ke Jalan Bawa 13 Tuntutan!

Selain itu, berbagai program pemberdayaan masyarakat dilaksanakan melalui sejumlah bidang, yakni Pendidikan dan Dakwah, Ekonomi dan Lingkungan (Ekoling), serta Media Kreatif dan Pariwisata.

Pada bidang Pendidikan dan Dakwah, salah satu agenda utama yang digelar adalah Festival Anak Saleh. Kegiatan ini melibatkan anak-anak dari Kampung Gulili dan Dola dalam berbagai perlombaan, seperti da’i dan da’iyah, adzan, serta hafalan surah pendek. Sebelum perlombaan, para peserta mendapatkan pelatihan dan pembinaan secara rutin dari delegasi.

Di bidang Ekonomi dan Lingkungan, program pemberdayaan difokuskan pada peningkatan keterampilan masyarakat. Di antaranya pelatihan pembuatan lilin dari minyak jelantah serta pengolahan pala menjadi produk bernilai tambah seperti manisan dan jamu.

Sementara itu, Divisi Media Kreatif dan Pariwisata turut berkontribusi melalui pelatihan fotografi sekaligus mendokumentasikan potensi, cerita, dan kekayaan budaya Desa Kalaodi.

Baca Juga: Galatama II Haltara Resmi Ditutup, Ajang Literasi Madrasah Cetak Generasi Inspiratif

Salah satu delegasi penerima pendanaan penuh, Ica Khair asal Sumatra Barat, mengungkapkan rasa syukurnya dapat terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia menuturkan bahwa perjalanan menuju lokasi pengabdian bukanlah hal mudah, karena harus menempuh perjalanan hampir dua pekan melalui jalur laut dengan transit di Makassar, Ambon, dan Baubau.

Menurutnya, pengabdian tidak selalu tentang perubahan instan, melainkan membangun kesadaran, menumbuhkan motivasi generasi muda, serta memakmurkan masjid sebagai pusat aktivitas masyarakat.

Sementara itu, guest star ESP #10, Alfatahar, menyebut pengalaman di Desa Kalaodi sebagai perjalanan yang penuh makna. Ia menilai pengabdian bukan hanya tentang memberi, tetapi juga proses belajar, bertumbuh, dan memperkuat komitmen untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kegiatan Ekspedisi Seribu Pulau #10 ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi dan semangat pengabdian mampu menghadirkan perubahan positif, sekaligus menumbuhkan harapan baru bagi masyarakat di wilayah kepulauan.

Editor: AbangKhaM

Silahkan Berbagi: