Dari Perpustakaan Berdebu Jadi Pusat Aktivitas Warga, Melati Kota Baru Tembus Lomba Tingkat Provinsi
Ternate – Perpustakaan Melati di Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Ternate Tengah, kini bertransformasi menjadi pusat aktivitas masyarakat atau community hub. Tidak lagi sekadar tempat menyimpan buku, perpustakaan ini berkembang sebagai ruang kolaborasi yang mengintegrasikan budaya literasi dengan pemberdayaan warga.
Transformasi tersebut merupakan hasil komitmen Pemerintah Kelurahan Kota Baru bersama Pemerintah Kota Ternate dalam mendorong penguatan literasi berbasis inklusi. Berkat inovasi dan pengelolaan yang adaptif, Perpustakaan Melati kini mewakili Kota Ternate dalam Lomba Perpustakaan Kelurahan/Desa Tingkat Provinsi Maluku Utara.

Lurah Kota Baru, Sunarni Badarudin, menjelaskan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari sinergi berbagai elemen masyarakat yang terlibat aktif dalam gerakan literasi.
Baca Juga: Wabup Halut Resmi Luncurkan Peta Jalan Literasi 2026–2030, Targetkan SDM Unggul dan Berdaya Saing
“Kami melibatkan berbagai unsur, mulai dari PKK, kader Posyandu, TPQ, RT/RW, pemuda, Relawan Literasi Masyarakat hingga mahasiswa KKN,” ujarnya.
Dalam pengembangan layanan, Perpustakaan Melati menghadirkan berbagai inovasi, seperti layanan baca di tempat, pojok baca di lingkungan warga, hingga layanan ekstensi untuk menjangkau masyarakat lebih luas. Selain itu, perpustakaan juga menjadi ruang produktif bagi kader Posyandu dan pelaku UMKM untuk mengembangkan kapasitas diri.
Tak hanya itu, perpustakaan ini juga mengadopsi pendekatan digital untuk memperluas akses literasi. Warga kini dapat membaca buku secara gratis melalui tautan yang dibagikan di grup WhatsApp serta melalui QR Code yang tersedia di berbagai titik strategis.

Baca Juga: Kabar Baik untuk MBR! Pemerintah Percepat Sertipikasi Tanah, 1,1 Juta Rumah Jadi Prioritas
Platform digital yang dimanfaatkan antara lain laman Cemara milik Balai Bahasa Maluku Utara, platform Let’s Read, serta SIBUA Literasi dari Perpustakaan Daerah Maluku Utara. Inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) masyarakat.
Sunarni menegaskan bahwa pembangunan budaya literasi membutuhkan proses panjang dan tidak instan. Meski hasilnya belum dapat diukur dalam waktu singkat, pihaknya optimistis manfaatnya akan terasa di masa depan.
“Gerakan ini mungkin sederhana dan hasilnya belum terlihat dalam waktu dekat. Namun kami yakin, investasi literasi hari ini akan menjadi fondasi penting bagi generasi mendatang,” pungkasnya.
Reporter: Tim Malut Center
Editor: AbangKham
