Daerah

Bahasa Daerah Mulai Tergerus? FTBI Maluku Utara Dorong Generasi Muda Kembali Bertutur

Ternate – Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Provinsi Maluku Utara, Kamis (3/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya revitalisasi dan pelestarian bahasa daerah di Maluku Utara.

Festival tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe. Hadir pula Wakil Wali Kota Ternate Nasri Abubakar serta perwakilan pemerintah kabupaten/kota se-Maluku Utara.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara, Nukman, mengatakan FTBI merupakan rangkaian akhir dari program revitalisasi bahasa daerah yang telah dilaksanakan sejak awal 2026.

Baca Juga: KUA-PPAS Perubahan 2026 Disepakati, Anggaran Halut Tembus Rp1,1 Triliun

Menurutnya, program diawali dengan pelatihan guru utama melalui pembelajaran bahasa daerah yang melibatkan para maestro bahasa daerah. Setelah mendapatkan bimbingan teknis, para guru utama kemudian mengimbaskan pengetahuan tersebut kepada rekan sejawat hingga diteruskan kepada siswa di sekolah.

“Setelah itu para guru utama yang dibimtek ikut mengimbas kepada rekan sejawatnya, dari rekan sejawat kemudian mengimbaskan kepada murid,” kata Nukman kepada Malutcenter.com.

Ia menjelaskan, festival sebelumnya digelar secara berjenjang di masing-masing kabupaten/kota. Para peserta terbaik kemudian mengikuti FTBI tingkat provinsi.

Jika FTBI tingkat nasional kembali dilaksanakan pada 2026, peserta dari Maluku Utara yang tampil di tingkat provinsi akan menjadi calon delegasi daerah. Namun, jumlah peserta yang dikirim akan menyesuaikan ketentuan penyelenggara tingkat nasional.

Baca Juga: Panen Ikan Nila di Soahukum, Wabup Kasman: Jangan Berhenti Jadi Seremonial!

Nukman menegaskan, tujuan utama FTBI bukan sekadar mencari peserta untuk kompetisi nasional, melainkan memberikan ruang bagi generasi muda untuk menggunakan dan menuturkan bahasa daerah.

“Yang paling penting adalah ini menjadi ruang ekspresi, bagaimana kemudian bahasa daerah itu bisa dituturkan dengan baik oleh para generasi muda hari ini, terutama anak-anak,” ujarnya.

Ia mengakui pembelajaran bahasa daerah melalui mata pelajaran muatan lokal belum sepenuhnya mampu mendorong penggunaan bahasa daerah secara luas. Karena itu, revitalisasi diharapkan dapat membiasakan anak-anak menggunakan bahasa daerah, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara juga memberikan penghargaan revitalisasi bahasa daerah kepada sembilan kabupaten/kota.

Baca Juga: BPK RI Periksa Pengelolaan BOS di Haltim, Bupati Ubaid Minta OPD Kooperatif dan Transparan

Penghargaan diberikan berdasarkan sejumlah indikator, di antaranya konsistensi pemerintah daerah dalam melaksanakan pengajaran bahasa daerah bagi guru utama, penyelenggaraan festival, serta dukungan regulasi berupa Perda, Pergub, maupun Peraturan Wali Kota.

Nukman berharap program revitalisasi dapat terus memperkuat penggunaan bahasa daerah sehingga tidak hanya dipelajari di sekolah, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari generasi muda di Maluku Utara.

Reporter: Randi I. | Editor: AbangKhaM

Silahkan Berbagi: