Dukung PSN Kawasan Industri Buli, Pemkab Haltim Tekankan Lingkungan dan Peran Masyarakat
Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur menegaskan dukungannya terhadap pengembangan Kawasan Industri Buli sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Namun, dukungan tersebut harus dibarengi dengan komitmen kuat terhadap perlindungan lingkungan serta keterlibatan masyarakat dalam setiap tahapan perencanaan.
Penegasan ini disampaikan Sekretaris Daerah Halmahera Timur, Ir. Ricky Chairul Richfat, saat mewakili Bupati membuka kegiatan Konsultasi Publik Rencana Pengembangan Kawasan Industri Buli dan fasilitas pendukungnya yang diselenggarakan oleh PT Feni Haltim, di Jakarta, Rabu (29/07/2026).
Kegiatan ini menjadi forum strategis yang mempertemukan pemerintah, pihak perusahaan, serta masyarakat untuk membahas rencana pengembangan kawasan industri yang diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Halmahera Timur.
Baca Juga: 5 Desa Pesisir Halmahera Utara Diusulkan Masuk Program Kampung Nelayan Merah Putih
Konsultasi publik tersebut dihadiri tokoh agama, tokoh adat, camat, kepala desa, serta perwakilan masyarakat dari Kecamatan Maba dan Kecamatan Kota Maba yang berada di wilayah terdampak.
Dalam sambutannya, Ricky Chairul Richfat menyampaikan bahwa pemerintah daerah menyambut baik investasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Pengembangan kawasan industri diharapkan mampu membuka lapangan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan investasi tidak hanya diukur dari nilai ekonomi, tetapi juga dari kepatuhan terhadap regulasi serta kemampuan menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan.
Baca Juga: Kabar Baik! Pemerintah Gratiskan Sertipikat Tanah untuk MBR, Target 1 Juta Bidang di 2026
“Pemerintah daerah mendukung penuh pengembangan Kawasan Industri Buli sebagai bagian dari PSN. Namun, kami berharap revisi dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dilakukan secara menyeluruh dan menjadi acuan utama dalam pelaksanaan,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi dan partisipasi masyarakat dalam setiap proses pembangunan.
Menurutnya, konsultasi publik harus mampu menghasilkan masukan konstruktif dari seluruh pemangku kepentingan, sehingga pengembangan kawasan industri dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Halmahera Timur.
Reporter: Tim Malut Center
Editor: AbangKhaM
