Masuk Bursa Capres 2029, Elektabilitas Sherly Tjoanda Tembus 1,2% Versi SMRC
Nama Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, mulai masuk dalam bursa calon presiden (capres) berdasarkan hasil survei nasional Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dilakukan pada 5–19 Juli 2026.
Dalam simulasi semi terbuka yang memuat 20 nama tokoh nasional, Sherly mencatatkan elektabilitas sebesar 1,2 persen. Capaian tersebut menempatkannya di atas sejumlah tokoh nasional seperti Purbaya Yudhi Sadewa (1,1 persen) dan Surya Paloh (1,0 persen).
Menariknya, Sherly menjadi satu-satunya kepala daerah dari kawasan Indonesia Timur yang mencatat elektabilitas di atas satu persen dalam survei tersebut.
Baca Juga: Jalan Rusak Diduga Akibat Truk Perusahaan, Dishub Haltim Minta Aktivitas Dihentikan
Dalam hasil yang sama, Dedi Mulyadi memimpin dengan elektabilitas 35 persen, disusul Prabowo Subianto 14,5 persen, Anies Baswedan 8,2 persen, Gibran Rakabuming Raka 7,7 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 4,9 persen, Ganjar Pranowo 4,2 persen, Mahfud MD 4 persen, dan Puan Maharani 1,3 persen. Sementara itu, 12,8 persen responden menyatakan belum menentukan pilihan.
Masuknya nama Sherly dalam survei nasional menunjukkan bahwa kiprahnya mulai mendapat perhatian di tingkat nasional. Meski elektabilitasnya masih relatif kecil dibanding tokoh-tokoh besar, keberadaannya dalam daftar tersebut menjadi indikator bahwa popularitasnya telah melampaui level regional.
Survei SMRC menggunakan metode gabungan wawancara telepon dan tatap muka terhadap 749 responden yang dipilih secara acak. Survei ini memiliki margin of error sekitar ±3,7 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Baca Juga: Pemkab Halteng Siapkan Lahan untuk Pengadilan Negeri, Akses Hukum Warga Makin Dekat
Hasil survei ini tidak dimaksudkan sebagai prediksi hasil Pemilihan Presiden 2029, melainkan menggambarkan preferensi publik pada saat survei dilakukan.
Bagi Maluku Utara, kemunculan nama Sherly dalam survei nasional menjadi catatan penting. Selama ini, tokoh dari kawasan Indonesia Timur relatif jarang masuk dalam bursa elektabilitas capres, sehingga kehadiran Sherly membuka ruang representasi wilayah timur dalam percaturan politik nasional.
Reporter: Tim Malut Center
Editor: AbangKhaM
