ATR/BPN Raih Penghargaan dari Kementerian ESDM, Dinilai Berkontribusi Besar Kembangkan Energi Geotermal
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menerima penghargaan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) atas kontribusi dan kolaborasi dalam mendukung pengembangan energi panas bumi atau geotermal di Indonesia.
Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian The 10th Indonesia International Geothermal Convention and Exhibition (IIGCE) 2026 yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (20/8/2026).
Kementerian ATR/BPN meraih penghargaan “Outstanding Government Collaboration” sebagai bentuk apresiasi atas sinergi dan dukungan dalam menangani berbagai aspek pertanahan yang dibutuhkan untuk pengembangan proyek-proyek geotermal di Indonesia.
Baca Juga: Kantah Halteng Matangkan ZNT, Survei Nilai Tanah Ditargetkan Mulai September 2026
Penghargaan tersebut diterima Staf Ahli Bidang Reformasi Birokrasi Kementerian ATR/BPN, Deni Santo.
“Penghargaan ini merupakan pengakuan bahwa Kementerian ATR/BPN memberikan kontribusi yang nyata untuk pengembangan panas bumi di Indonesia. Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian ESDM dan penyelenggara IIGCC atas penghargaan ini,” ujar Deni Santo usai menerima penghargaan di Jakarta.
Menurut Deni, dukungan Kementerian ATR/BPN terhadap pengembangan geotermal dilakukan melalui sejumlah aspek pertanahan, terutama dalam mendukung pengadaan tanah bagi pembangunan proyek.
Sejumlah proyek pengembangan geotermal juga masuk dalam kategori Proyek Strategis Nasional (PSN) dan berkaitan dengan kepentingan umum. Karena itu, Kementerian ATR/BPN memiliki peran dalam memastikan proses pengadaan tanah dapat berjalan sesuai ketentuan.
“Proyek-proyek pengembangan geotermal itu ada yang masuk sebagai PSN dan kategorinya untuk kepentingan umum. Karena itu, peran kami dimulai dari pengadaan tanah,” jelasnya.
Setelah proses pengadaan tanah, Kementerian ATR/BPN juga memberikan dukungan dalam memastikan kepastian hukum atas tanah yang digunakan untuk pembangunan proyek geotermal.
Baca Juga: Ternate Borong Penghargaan Hari Pengayoman ke-81, IRH Raih Predikat “Sangat Baik”
“Setelah selesai, kami juga memberikan hak atas tanah untuk memberikan kepastian hukum, dan apabila ada sengketa pertanahan, kami harus berperan dalam menyelesaikannya,” lanjut Deni.
Penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi Kementerian ATR/BPN untuk terus memperkuat kolaborasi dengan Kementerian ESDM dan berbagai pihak yang terlibat dalam pengembangan energi panas bumi.
Sinergi lintas kementerian, khususnya dari sisi pertanahan, dinilai penting untuk memberikan kepastian hukum dan mendukung kelancaran pembangunan proyek-proyek geotermal.
Dukungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama pemerintah dalam mempercepat pengembangan energi terbarukan dan memperkuat ketahanan energi nasional.
Editor: AbangKhaM
