Hadiah Dipersoalkan, Road Race Piala Gubernur Malut Tuai Kritik Peserta
Maluku Utara – Pelaksanaan Road Race Piala Gubernur Maluku Utara dalam rangka memperingati HUT Pemerintah Provinsi Maluku Utara menuai kritik dari sejumlah peserta dan komunitas otomotif.
Event yang berlangsung pada 2–4 Oktober 2026 tersebut dipersoalkan, terutama terkait hadiah dan trofi yang disebut peserta tidak sesuai dengan yang tercantum dalam regulasi awal, serta penggunaan juri yang dipertanyakan lisensinya.
Salah satu manager tim peserta yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan, persoalan tersebut menimbulkan kekecewaan di kalangan peserta. Menurutnya, event yang membawa nama Pemerintah Provinsi Maluku Utara seharusnya menjadi ajang kompetisi sekaligus pembinaan prestasi pembalap daerah.
Baca Juga: Cuma Hitungan Jam, Tanah Tardi Langsung Diukur: “Sekarang Ada Kepastian Jadwal”
Ia menyoroti hadiah uang tunai dan trofi yang disebut tidak diberikan sesuai informasi dalam brosur atau regulasi perlombaan. Kondisi tersebut dinilai merugikan peserta yang telah mengeluarkan biaya untuk persiapan kendaraan, akomodasi, hingga pendaftaran.
Selain hadiah, peserta juga mempertanyakan penggunaan juri atau pengawas perlombaan yang disebut tidak memiliki lisensi resmi dari Ikatan Motor Indonesia (IMI).
“Sangat disayangkan, ajang bergengsi yang membawa nama besar Pemerintah Provinsi Maluku Utara ini justru terkesan dilaksanakan tanpa persiapan matang dan tidak mematuhi standar baku olahraga otomotif nasional,” ujar narasumber.
Baca Juga: HUT ke-81 TNI, Wamen ATR/BPN Ossy: TNI Harus Semakin Profesional, Modern dan Dekat dengan Rakyat
Menurut dia, persoalan tersebut perlu mendapat klarifikasi terbuka dari pihak penyelenggara agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan di kalangan pembalap dan komunitas otomotif.
“Kami sangat kecewa. Membawa momentum hari jadi Pemprov, harusnya event ini menjadi barometer kompetisi yang sehat dan profesional. Namun, dengan adanya juri tanpa lisensi serta hadiah yang tidak sesuai, marwah olahraga balap motor di provinsi ini telah dicoreng,” katanya.
Peserta dan komunitas otomotif juga meminta penyelenggara memberikan penjelasan mengenai hak-hak pembalap serta meminta Pemerintah Provinsi Maluku Utara mengevaluasi pelaksanaan event tersebut.
Road Race Piala Gubernur Maluku Utara diikuti peserta dari sejumlah daerah, antara lain Ambon, Manado, Makassar, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Sumatra. Ajang tersebut juga diramaikan pembalap nasional dan pembalap dari Asia.
Baca Juga: Tutup Mubes IKB Makayoa Haltim, Sekda Ricky Dorong Organisasi Selaraskan Program dengan Pemda
Data yang disampaikan menyebut sekitar 100 pembalap ambil bagian dengan total 305 starter dari 40 tim. Perlombaan terbagi dalam kategori road race dan drag bike.
Dalam pelaksanaannya, event tersebut disebut memiliki anggaran sebesar Rp576 juta, sementara total uang pendaftaran peserta mencapai Rp183 juta dari 305 starter.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan atau klarifikasi dari pihak penyelenggara terkait keluhan peserta mengenai hadiah, trofi, maupun lisensi juri.
Reporter: Tim Malut Center | Editor: AbangKhaM
