Pendidikan

Viral! Oknum ASN Unkhair Diduga Pungli SNPMB, Minta Transfer Rp15 Ribu Iming-iming Bocoran Soal

Ternate – Dugaan pungutan liar (pungli) pada Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) di Universitas Khairun (Unkhair) Ternate mencuat. Seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) diduga meminta calon mahasiswa mentransfer uang sebesar Rp15.000 dengan dalih memberikan bocoran soal SNPMB, Selasa (20/1/2026).

Dugaan tersebut terungkap setelah beredarnya sebuah video berdurasi 1 menit 3 detik di akun TikTok milik oknum ASN berinisial S. Video itu memicu keresahan di kalangan calon mahasiswa, khususnya di Maluku Utara.

Baca Juga: Jelang Ramadan, Pemkot Ternate Larang Pedagang Musiman Berjualan di Terminal Gamalama! Ini Penjelasannya

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unkhair, Arya Fitrah R. Nadjar, mengatakan dalam video tersebut oknum ASN mengarahkan calon mahasiswa untuk mentransfer sejumlah uang ke rekening pribadinya. Calon mahasiswa juga diminta mengirimkan bukti transfer melalui aplikasi WhatsApp dengan iming-iming akan mendapatkan bocoran soal SNPMB.

“Ini bukan soal nilai rupiahnya, tetapi tindakan tersebut sudah mengarah pada pemerasan. Kami mendesak pimpinan Universitas Khairun untuk memberikan sanksi tegas karena jelas melanggar kode etik ASN,” tegas Arya.

Ia menjelaskan, dalam video tersebut oknum ASN juga menyinggung kuota jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) sebesar 20 persen dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) sebesar 40 persen, disertai janji kelulusan melalui pemberian soal bocoran.

Baca Juga: Elektabilitas Sherly Tjoanda Melonjak! Masuk 10 Besar Cawapres 2029, Ungguli Mahfud MD & Gibran

Menurut Arya, dugaan praktik pungli tersebut bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, serta Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 dan PP Nomor 42 Tahun 2004 tentang disiplin dan kode etik ASN. Ia menegaskan bahwa seluruh tahapan SNPMB bersifat gratis dan tidak dipungut biaya apa pun.

BEM FIB Unkhair menyatakan akan mengawal serius kasus ini. Jika pihak rektorat tidak segera mengambil langkah tegas, mahasiswa mengancam akan menggelar aksi besar-besaran dengan melibatkan massa mahasiswa dalam jumlah besar.

Reporter: Tim Malut Center
Editor: AbangKhaM

Silahkan Berbagi: