Daerah

Jelang Ramadan, Pemprov Malut Gelar Pasar Murah di Benteng Oranje: Harga Beras hingga Cabai Turun

Ternate – Dalam rangka menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) sekaligus menjaga stabilitas harga pangan menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah, Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama Pemerintah Kota Ternate, Bank Indonesia, dan Perum Bulog Cabang Ternate menggelar Gerakan Pasar Murah (GPM).

Kegiatan bertema “Sinergi Kerja Sama TPID Provinsi Maluku Utara” tersebut dipusatkan di kawasan Benteng Oranje, Kota Ternate, Sabtu (21/02/2026).

Asisten II Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Malut, Sri Haryanti Hatari, yang hadir mewakili Sekretaris Provinsi Maluku Utara menegaskan bahwa Gerakan Pasar Murah bukan sekadar upaya menekan harga, tetapi langkah konkret pemerintah dalam memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Baca Juga: Bupati Halut Turun Tangan Atasi Drainase Wosia, Perintahkan Bongkar Plat Beton Penyebab Genangan

“Ternate adalah barometer Maluku Utara. Jika stok di Ternate aman, maka ketersediaan di kabupaten/kota lain biasanya akan mengikuti. Distribusi dari para distributor juga terus kami pantau agar tidak terjadi kelangkaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan serupa akan diperluas ke 10 kabupaten/kota lainnya melalui rangkaian Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Maluku Utara.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara, Handi Susila, mengapresiasi kolaborasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas harga pangan. Ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying menjelang hari raya.

“Stok pangan saat ini masih aman. Kami mengimbau masyarakat untuk belanja bijak, membeli sesuai kebutuhan, bukan keinginan. Ini penting untuk menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi,” jelasnya.

Baca Juga: Tak Ditemui Manajemen, Massa BIM-Malut Geruduk Kantor Harita Group Tuntut Keadilan Kematian Pekerja

Untuk menekan harga komoditas, selain Bulog Ternate, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Malut juga menggandeng pemasok bahan pangan, khususnya kelompok komoditas “Barito” (Bawang, Rica, Tomat).

Pelaksana Tugas Kepala Disperindag Malut, Roni M. Saleh, menyebut kerja sama tersebut bertujuan menghadirkan harga jual di bawah harga pasar.

“Kami mendatangkan pemasok langsung agar masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau,” ujarnya. Ia juga menambahkan kegiatan serupa kembali digelar pada 7 Maret mendatang di Kota Ternate.

Baca Juga: Aplikasi Sentuh Tanahku Permudah Layanan Pertanahan, Masyarakat Kini Bisa Pantau Berkas dari Ponsel

Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah kebutuhan pokok dijual dengan harga lebih rendah dari pasaran, di antaranya:

  • Beras SPHP: Rp12.000/kg
  • Minyak Kita: Rp15.000/liter
  • Gula pasir: Rp18.000/kg
  • Bawang merah: Rp50.000/kg
  • Bawang putih: Rp45.000/kg
  • Cabai rawit: Rp75.000/kg
  • Cabai merah keriting: Rp35.000/kg

Pemerintah berharap Gerakan Pasar Murah dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama di tengah tingginya ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Pemerintah Kota Ternate, Kepala Bulog Cabang Ternate, perwakilan Bank Indonesia, pimpinan OPD, serta masyarakat yang antusias memanfaatkan pasar murah.

Reporter: Randi I.
Editor: AbangKhaM

Silahkan Berbagi: