Pendidikan

Unkhair dan BSI Perkuat Sinergi, Ini Yang Dibahas!

Ternate – Pimpinan Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Ternate bertemu dengan jajaran pimpinan Universitas Khairun (Unkhair), Selasa (03/03/2026).

Pertemuan yang diinisiasi BSI tersebut berlangsung di Lantai II Syamafira Resto, Jalan Pandara Kananga, Kampung Makassar Timur, Kota Ternate. Agenda utama yang dibahas adalah penguatan sinergi dan koordinasi pengelolaan keuangan berbasis perbankan syariah di Maluku Utara.

Rektor Unkhair, Prof. Dr. Abdullah W. Jabid, SE., MM, menyampaikan apresiasi atas komunikasi yang selama ini terjalin antara pihak kampus dan BSI Ternate.
“Kami sering bertemu, baik di kampus maupun dalam berbagai kegiatan. Komunikasi juga intens, termasuk dengan jajaran BSI. Ini menjadi modal penting untuk membangun sinergi yang lebih kuat,” ujarnya.

Baca Juga: KM Jolor 01 Mati Mesin di Perairan Pulau Miskin, 7 ABK Terombang-ambing – Tim SAR Bergerak!

Rektor mengungkapkan, Unkhair telah dua kali memperoleh pembangunan gedung yang bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), masing-masing pada 2024 dan 2025.

Pada 2024, pembangunan Gedung Fakultas Hukum di Kampus Timur menjadi simbol kemajuan infrastruktur kampus. Sementara pada 2025, Unkhair kembali mendapatkan pembangunan gedung laboratorium yang dimanfaatkan oleh Fakultas Teknik serta Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK).

Menurutnya, skema pembiayaan berbasis syariah seperti SBSN seharusnya selaras dengan penguatan kerja sama bersama BSI.
“Karena sumber pembangunan berasal dari SBSN, tentu idealnya program-program keuangan juga memiliki keterkaitan dengan BSI sebagai bank syariah,” tegasnya.

Baca Juga: Di Hadapan BKN, Bupati Haltim Paparkan Strategi Manajemen Talenta: ASN Harus Profesional dan Kompetitif!

Ia menambahkan, pengelolaan keuangan kampus tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Namun peluang kerja sama, baik secara kelembagaan maupun personal, tetap terbuka, termasuk dalam pengelolaan dana, payroll, maupun pengembangan ekosistem keuangan syariah di lingkungan kampus.

Sementara itu, Branch Manager BSI Cabang Ternate, Suwarman, memaparkan posisi strategis BSI yang kini resmi menjadi BUMN setelah RUPSLB 22 Desember 2025 dan efektif secara administratif sejak 23 Januari 2026.

“Sekarang bank BUMN itu ada lima. Selain Mandiri, BRI, BNI, dan BTN, ada BSI sebagai bank syariah,” jelasnya.

Ia menyebutkan, aset BSI saat ini mencapai sekitar Rp480 triliun dengan pangsa pasar perbankan syariah nasional sekitar 67 persen. Secara global, BSI juga masuk jajaran sembilan bank syariah terbesar dunia.

Baca Juga: Data Tak Akurat, Pulau Taliabu Kehilangan Program Strategis Nasional

BSI kini berstatus sebagai Bank Operasional Pertama, sehingga dapat mengelola dana pemerintah daerah, menjadi bank persepsi penerimaan negara, hingga penyaluran gaji ASN.

Selain layanan perbankan umum berbasis syariah, BSI juga menawarkan sejumlah produk unggulan untuk mendukung ekosistem kampus, mulai dari program beasiswa melalui BSI Maslahah, pembiayaan griya dan haji, hingga layanan Bullion Bank atau bank emas yang diresmikan pemerintah pada Februari 2025.

Melalui pertemuan ini, kedua pihak berharap sinergi antara dunia pendidikan dan perbankan syariah semakin kuat, sekaligus mendukung program pemerintah dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Maluku Utara.

Reporter: Sadam A.
Editor: AbangKhaM

Silahkan Berbagi: