Pendidikan

Sejarah Baru! Prof Ranita Rope Resmi Jadi Rektor Perempuan Pertama di Maluku Utara

Ternate – Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) menorehkan sejarah baru pada tahun 2026. Pada Kamis (2/4/2026), kampus tersebut resmi mengukuhkan guru besar sekaligus melantik rektor perempuan pertama di Maluku Utara.

Prof. Dr. Ranita Rope, S.P., M.Sc. dikukuhkan sebagai guru besar dan dilantik sebagai Rektor UMMU untuk masa jabatan 2026–2030, menggantikan Prof. Dr. Saiful Deni, S.Ag., M.Si.

Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 88/Kep/1.0/D/2026 tentang Pengangkatan Rektor Universitas Muhammadiyah Maluku Utara. Sementara pengukuhan guru besar tertuang dalam Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 43552/M/KPT.KP/2025.

Baca Juga: KONI Haltim Resmi Dilantik, Ricky Target Tembus 3 Besar Porprov Malut

Dalam sambutannya, Prof. Ranita Rope menegaskan bahwa memimpin perguruan tinggi di tengah dinamika perubahan bukanlah tugas yang ringan. Menurutnya, dunia pendidikan saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari peningkatan mutu pendidikan, penguatan riset dan inovasi, hingga adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital dan perubahan sosial global.

“Integritas, inovasi, dan profesionalisme menjadi kunci agar seluruh potensi yang dimiliki dapat diarahkan untuk mencapai visi bersama,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh civitas akademika untuk melakukan transformasi menuju universitas yang unggul, berdaya saing, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, fokus utama kepemimpinan ke depan meliputi penguatan kualitas pendidikan, peningkatan kapasitas penelitian, pengembangan pengabdian kepada masyarakat, serta tata kelola universitas yang transparan dan akuntabel.

Baca Juga: 282 Usulan Mengemuka di Musrenbang Haltim 2027, Bupati Tekankan Pelayanan Publik dan SDM Jadi Prioritas

Selain itu, nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan ditegaskan sebagai fondasi moral dan spiritual dalam setiap langkah pengembangan institusi.

“Institusi yang kuat tidak lahir dari kemapanan yang statis, tetapi dari kaderisasi yang sistematis dan keberanian untuk bertransformasi,” tegasnya.

Dalam masa kepemimpinannya, Prof. Ranita mengusung semangat AKSI (Akselerasi, Kolaborasi, dan Integrasi) sebagai strategi penguatan institusi dan kaderisasi.

Kegiatan pengukuhan dan pelantikan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh penting, di antaranya Bupati Halmahera Tengah Ikram Sangadji, Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman, perwakilan Bank Indonesia, Polda Maluku Utara, Ketua PWM Maluku Utara Ishak Djamaluddin, Sekretaris PWM Soleman Saidi, Ketua BPH UMMU Makbul Ah Din, serta dosen, tenaga kependidikan, dan tamu undangan lainnya.

Reporter: Sadam A.
Editor: AbangKhaM

Silahkan Berbagi: